Kabar terkini- Kebakaran merupakan salah satu tragedi bencana alam yang sering menimbulkan kerugian besar dan bahkan korban jiwa di Indonesia. Hal tersebut juga didukung oleh faktor semakin padatnya perumahan dan kelistrikan yang rentan korslet.
Selain perumahan warga dan pasar tradisional, lembaga permasyarakatan (lapas) pun kerap kali mengalami kebakaran. Beberapa kasus memang disengaja oleh para tahanan yang berusaha melarikan diri.
Namun, ada juga yang kebakaran Lapas yang disebabkan oleh korslet listrik dan kelalaian lapas atau petugas lapas. Baru-baru ini, lapas di Tangerang dikabarkan terbakar dan memakan korban jiwa.
Kebakaran Lapas Tangerang
Kebakaran yang terjadi di lapas Tangerang dikabarkan menelan korban. Dalam kejadian tersebut, keluarga korban berharap proses pemulangan jenazah tidak dipersulit.
Hal ini disampaikan keluarga Muhammad Yusuf yang merupakan salah satu narapidana korban kebakaran lapas Tangerang asal Bogor, Jawa Barat.
Salah seorang keluarga korban, Karlina mengungkapkan, dirinya mengetahui adik kandungnya masuk dalam 41 orang korban meninggal dalam insiden kebakaran itu usai menerima informasi dari pihak Lapas Kelas I Tangerang.
Tragedi tersebut diketahui kejadian nya sejak subuh, yaitu ada yang kirim video, terus ada yang telepon dari lapas. Sebelum nya, pihak keluarga telah mengetahui bahwa adiknya tersebut merupakan salah satu korban meninggal.
Lantaran adiknya tersebut berada di dalam Ruang Blok C2 yang menjadi pusat terjadinya kebakaran. Kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten, Rabu dini hari (8/9/2021) telah menelan 41 korban jiwa dan puluhan luka-luka.
Dari 41 korban meninggal, 40 orang merupakan narapidana kasus narkotika dan satu kasus terorisme. Kebakaran terjadi di Blok Chandiri 2 yang diisi 122 Warga Binaan yang berada di 19 Kamar.
Mereka terdiri dari kasus narkotika 119 orang, kasus teroris 2 orang, kasus 338 KUHP 1 orang, dan Warga Negara Asing (Afrika Selatan dan Portugal) 2 orang.
Akibat dari kejadian itu, selain 41 orang dinyatakan meninggal dunia, sejumlah 8 orang mengalami luka berat, dan 72 luka ringan.
Untuk sementara ini, seluruh jenazah korban sudah dibawa petugas kepolisian ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan identifikasi.
Demi mempermudah proses identifikasi, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengimbau kepada keluarga korban di Lapas Kelas I Tangerang untuk datang ke pos ante mortem di RS Polri.
Adapun himbauan tersebut agar mempercepat pemakaman jenazah oleh pihak keluarga masing-masing.
