Ganjar Pranomo Mengalami Peningkatan Elektabilitas Berdasarkan Survei

Berita terkini- Ganjar Pranowo yang merupakan gubernur dua periode Jawa Tengah saat ini digadang-gadang layak untuk mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia berikutnya untuk menggantikan presiden Jokowi yang akan berakhir pada tahun 2024.

Pernyataan tersebut pun didukung oleh hasil survei terbaru Litbang Kompas yang memperlihatkan bahwa elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) mengalami kenaikan secara konsisten. Sementara itu, elektabilitas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut mengalami fluktuasi.

Survei terkini Litbang Kompas memperlihatkan bahwa Prabowo dan Ganjar sama-sama berada di peringkat pertama saat ini dengan perolehan elektabilitas sejajar yakni 13,9 persen. Meskipun hasil survei ini tidak akan begitu berpengaruh saat ini, namun ini bisa menjadi batu loncatan bagi para kandidat untuk mempersiapkan strategi.

Ganjar Pranowo, President Berikutnya?

Adapun survei tersebut digelar oleh Litbang Kompas dengan metode penelitian pengumpulan pendapat melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi pada 26 September hingga 9 Oktober 2021.

Menurut Litbang Kompas, Ganjar menjadi salah satu tokoh yang konsisten mengalami kenaikan elektabilitas dalam tiga survei terakhir yang mereka lakukan. Pada Oktober 2019, Ganjar memperoleh 1,8 persen dukungan. Setelah itu, jumlah dukungan meningkat pada April 2021 menjadi 7,3 persen, lalu naik lagi jadi 13,9 persen pada survei ini.

Gubernur milenial, Kang Emil juga mengalami kenaikan elektabilitas yang konsisten. Sebelumnya, Emil sempat mengalami penurunan pada Agustus 2020. Ia hanya meraih 1,9 persen pada Agustus 2020. Kini, tingkat keterpilihannya mencapai 5,1 persen.

Sementara itu, elektabilitas Prabowo justru mengalami fluktuasi alias naik-turun. Menurutnya, Prabowo mengalami penurunan elektabilitas dari 16,4 persen pada April 2021 menjadi 13,9 persen pada Oktober 2021. Fluktuasi elektabilitas Prabowo itu terjadi sejak Oktober 2019.

Meskipun sempat naik pada Agustus 2020, tingkat keterpilihan Ketua Umum Partai Gerindra itu turun pada Januari 2021 dari 15,7 persen menjadi 12 persen. Kondisi serupa terjadi pada April dan Oktober 2021. Litbang Kompas mengungkapkan, fluktuasi elektabilitas juga dialami sejumlah tokoh capres potensial lain seperti Risma, Sandi, serta AHY.

Selain Prabowo dan Ganjar, terdapat sosok capres potensial lainnya. Namun, elektabilitas mereka semua berada di bawah 10 persen seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 9,6 persen, Emil sebesar 5,1 persen, serta Menteri Sosial Tri Rismaharini sebesar 4,9 persen.

Ada juga nama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang memiliki elektabilitas sebesar 4,6 persen, dan mantan Gubernur DKI Jakarta yang kini Komut PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebesar 4,5 persen.