Kabarterkini.biz – Kabar Terkini, Jakarta – Balon (bakal calon) Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono melakukan pertemuan dengan ratusan santri yang tergabung dalam Jaringan Santri Indonesia (JSI). Dalam pertemuan itu, Agus sempat menyindir mengenai pernyataan kontroversial pesaingnya di Pilgub DKI 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait surat Al-Maidah ayat 51.
Agus mengklaim tidak mau membawa soal agama dalam berpolitik. Menurut dia, hal itu malah dapat menjadi blunder politik.
“Mengaitkan agama dalam berpolitik saya anggap tidak benar, tidak etis dan bahaya,”ucap Agus.
Kata Agus, pejabat publik dan negara mesti lebih peka, terlebih saat membawa kitan kitab suci Al-Quran. Menurut dia, pemimpin mesti memberikan contoh yang baik.
“Pemimpin mesti memberikan contoh dan perlakuannya. Kita sepakat toleransi antar umat beragama amat diperlakukan. Bagaimanapun soal SARA dalam batas-batas masalah isu yang rawan, karenanya mesti terus dengan bijak,”ucapnya.
“Aduannya (laporan) butuh direspons dengan serius, secara transparan dan tanggung jawab tidak tebang pilih dan intervensi kekuasaan. Menurut pandangan saya, bukan soal semata tapi sosial yang tidak boleh diabaikan. Bagaimana soal agama tentang Ahok bisa saja jadi bola api, kita percayakan kepada negara dan pemerintah kepada ulama dan pemimpin lain, saya asumsikan negara dapat selesaikan dengan bijak dan tanggung jawab,”jelasnya.
Agus juga berharap umat Islam tidak terpancing dengan isu SARA di Pilgub DKI 2017. Dia memberitaha supaya umat Islam bersabar.
“Kepada saudara umat-umat Islam sabar, tabah dan jangan terpancing aksi-aksi semestinya. Saya tahu semua terlalu dan berharap keadilan negeri ini,”tutupnya.
