Kabar Terkini- Kawasan Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, kembali diselimuti ketegangan mencekam sejak Minggu malam hingga Senin dini hari. Situasi memanas menyusul pergerakan sekelompok massa yang diduga hendak melakukan aksi balasan atas tewasnya seorang pemuda berinisial K (23) dalam bentrokan yang terjadi pada Minggu siang.
Berdasarkan penuturan warga sekitar, pergerakan puluhan orang tersebut mulai terlihat mendekati pemukiman sekitar tengah malam. Kelompok beranggotakan puluhan pemuda itu berjalan kaki bergerombol dari arah Flyover Pramuka dan Matraman menuju ke Jalan Tambak. Kehadiran mereka membawa kecemasan mendalam lantaran sebagian di antaranya disinyalir membawa senjata tajam, seperti parang panjang hingga panah lengkap dengan busurnya.
Kepanikan pun tak terhindarkan. Banyak warga memilih tidak tidur dan bersiaga di luar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya serangan ke pemukiman mereka.
Pemuda Kembali Memanas di Menteng
Sejak pukul 23.00 WIB hingga dini hari, deretan pemuda setempat bersama warga dari wilayah tetangga, termasuk Manggarai, tampak berkumpul dan berjaga di pos-pos keamanan. Rasa was-was kian memuncak bagi warga yang anggota keluarganya masih beraktivitas di luar rumah saat situasi memanas. Ketegangan akhirnya dapat diredam setelah kesiapan aparat kepolisian tiba di lokasi.
Suara sirene patroli membahana di sepanjang jalan untuk memblokir pergerakan massa agar tidak menerobos ke dalam pemukiman warga. Petugas di lapangan langsung mengadang dan melakukan pemeriksaan ketat terhadap sejumlah individu yang mencurigakan. Setelah dipaksa mundur oleh barikade kepolisian, rombongan massa tersebut akhirnya membubarkan diri dan meninggalkan area Matraman serta Jalan Tambak.
Peristiwa ini merupakan buntut dari bentrokan berdarah yang pecah pada Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB antara sekelompok pemuda penempati lahan kosong dengan warga lokal. Insiden awal tersebut memakan korban jiwa setelah pemuda berinisial K tewas di tempat, sementara satu korban lainnya berinisial DS mengalami luka berat dan masih mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Pihak kepolisian bergerak cepat dengan mengamankan tiga orang terduga pelaku penganiayaan berinisial S, T, dan U untuk menjalani pemeriksaan hukum di Polsek Metro Menteng. Dari hasil penyelidikan sementara, bentrokan maut tersebut dipicu oleh masalah sepele, yakni aksi dua pengendara sepeda motor yang menggeber knalpot kendaraan mereka secara provokatif saat melintas di dekat lapak pedagang nasi uduk.
