Kabar terkini- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melanjutkan pengembangan penyidikan dalam perkara dugaan pemerasan terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang menyeret Bupati Sukoharjo nonaktif, Etik Suryani. Dalam rangkaian penyidikan tersebut, tim penyidik melakukan penggeledahan di sedikitnya dua rumah yang masih berkaitan dengan keluarga Etik.
Dua lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan berada di wilayah berbeda, yakni sebuah rumah di Kampung Jagalan, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, serta rumah lainnya di Dusun Bulu, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Meski sama-sama memiliki hubungan dengan keluarga Etik Suryani, kedua rumah tersebut memiliki fungsi dan penghuni yang berbeda.
Rumah yang berada di Kampung Jagalan merupakan bangunan dua lantai dengan dominasi warna merah pada bagian tembok serta pagar besi berwarna hitam. Berdasarkan keterangan warga sekitar, rumah tersebut merupakan kediaman keluarga Etik Suryani sejak lama. Saat ini, bangunan itu disebut ditempati oleh adik kandung Etik, sementara orang tuanya sudah tidak lagi tinggal di sana.
KPK Telusuri Aset Keluarga Bupati Sukoharjo Nonaktif
Adapun kedatangan penyidik KPK pada malam hari sempat mengundang perhatian warga sekitar. Beberapa warga mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan kedatangan petugas hingga informasi mengenai penggeledahan ramai diberitakan. Aktivitas aparat penegak hukum itu pun sempat membuat suasana lingkungan menjadi lebih ramai dari biasanya.
Sementara itu, lokasi kedua yang berada di Dusun Bulu, Desa Jendi, merupakan rumah keluarga besar milik orang tua Wardoyo Wijaya, suami Etik Suryani. Rumah bergaya limasan tersebut dikenal sebagai rumah keluarga atau keprabon yang telah lama berdiri di kawasan tersebut.
Menurut informasi dari warga sekitar, Wardoyo sudah tidak lagi menetap di rumah tersebut dalam waktu yang cukup lama. Meski demikian, rumah itu diduga masih digunakan untuk menyimpan sejumlah barang berharga, termasuk sebuah brankas yang disebut berisi dokumen penting maupun uang.
Saat proses penggeledahan berlangsung, kondisi rumah terlihat sepi tanpa aktivitas penghuni. Seluruh pintu dan jendela dalam keadaan tertutup rapat, sementara halaman dan teras rumah tampak bersih serta terawat. Tidak terlihat adanya garis penyegelan maupun penjagaan khusus di sekitar lokasi setelah proses penggeledahan dilakukan.
Penggeledahan di dua lokasi tersebut merupakan bagian dari upaya KPK untuk menelusuri barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara dugaan pemerasan terhadap ASN yang tengah disidik. Hingga kini, lembaga antirasuah masih terus mendalami aliran aset, dokumen, maupun barang berharga yang berpotensi menjadi alat bukti dalam proses penyidikan guna mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana korupsi tersebut.
