Kabar terkini- Sejak ditemukan nya kasus pasien covid-19 pertama kali di Indonesia pada tahun 2020 lalu, hingga saat ini telah memakan jutaan korban jiwa dan telah menyebabkan kerugian besar bagi perekonomian baik ditengah-tengah masyarakat maupun nasional.
Pemerintah telah mengupayakan berbagai cara untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi oleh seluruh dunia tersebut, namun hingga saat ini masih terdapat pasien-pasien baru covid-19. Berbeda dengan sebagaian wilayah kota besar lainnya, kota Maluku dikabarkan tidak memiliki kasus covid-19 lagi.
Kabar tersebut beredar dan telah dikonfirmasi oleh juru bicara Satgas Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz bahwa mulai hari senin (22/11/2021) tidak ada lagi ditemukan kasus baru serta seluruh Rumah Sakit di Provinsi Maluku tidak lagi merawat satu pun pasien Covid-19.
Ambon Bersih Dari Covid-19?
Kabar gembira datang dari Kota Ambon yang dinyatakan telah 100 persen tidak memiliki pasien covid-19 per hari Senin (22/11/2021). Meskipun demikian, pemerintah setempat tetap harus mengikuti protokol lesehatan dan termasuk kebijakan PPKM level 3 yang akan diterapkan bulan desember nanti.
Adapun pasien pertama yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Maluku diumumkan pemerintah provinsi Maluku pada 22 Maret 2020. Setelah diumumkan pasien pertama di Maluku yang positif Covid-19 itu, kasus terkonfirmasi positif di Maluku khususnya Kota Ambon terus bertambah.
Kota Ambon bahkan pernah mencatat rekor tertinggi merawat sekitar 5.000 pasien aktif baik di rumah sakit maupun di lokasi karantina terpusat. Selama kasus perdana Covid-19 di temukan di Ambon sejak Maret 2020, atau 19 bulan lamanya, Kota Ambon akhirnya benar-benar terbebas dari corona.
Pencapain tersebut layak mendapatkan apresiasi khususnya kepada seluruh petugas medis, aparat TNI Polri, dan semua lapisan masyarakat Kota Ambon atas perjuangannya selama ini hingga Kota Ambon saat ini bisa terbebas dari virus tersebut.
Untuk diketahui, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Ambon tercatat mencapai 8.878 kasus. Dari jumlah itu, sebanyak 165 pasien dinyatakan meninggal dunia, dan 8.713 pasien dinyatakan sembuh. Melihat angka tersebut, rencananya masyarakat akan tetap dihimbau untuk mengikuti kebijakan PPKM yang akan diterapkan.
Presiden Jokowi telah memutuskan untuk melakukan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia untuk mencegah penyebaran virus covid-19 pada bulan natal dan tahun baru. Namun, dirinya mengungkapkan adanya pihak yang menolak rencana pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 tersebut.
Meskipun demikian, keputusannya telah bulat demi kebaikan nasional. Selain PPKM level 3, Presiden juga menginstruksikan jajarannya untuk memastikan kesiapan rumah sakit jelang libur Natal dan Tahun Baru dan menentukan tempat-tempat yang bakal rawan kerumunan.
