Viral Sebuah Kaca Mobil Truk Dipecahkan Oleh Oknum Pengguna Jalan Raya di Jakarta

Kabar terkini- Percekcokan di jalan raya sangat rentan terjadi di wilayah Indonesia. Bukan hanya saja di kota-kota besar dan ramai, namun kejadian kekerasan sering kali ditemukan di berbagai daerah-daerah. Baru-baru ini media sosial diramaikan dengan berita pemecahan kaca sebuah truk di Jakarta.

Dalam berita tersebut, terlihat aksi seorang pria yang ditelusuri merupakan pengguna jalan dengan mobil Pajero yang mengaku tidak senang diklakson oleh sebuah truk berwarna biri-hijau. Alhasil, pria tersebut mengamuk dan menyerang supir truk, hingga menghancurkan kacanya.

Kejadian tersebut terjadi di jalanan pada Sabtu kemaren yang berhasil terekam di Jalan Yos Sudarso, Sunter, Jakarta Utara. Dalam video viral yang beredar, pria perekam video sempat melontarkan kata ‘mentang-mentang tentara’ kepada pelaku penganiayaan.

Penelusuran Oknum Pelaku Penganiayaan

Peristiwa penganiayaan yang terjadi di Jl. Yos Sudarso tersebut mencuri perhatian berbagai pihak. Termasuk salah satunya adalah para anggota TNI, mereka pun kemudian turun tangan guna menulusuri perihal benar atau tidaknya bahwa pelaku merupakan seorang anggota TNI.

Adapun Anggota TNI tersebut melakukan penelusuran kelokasi dan mencari saksi-saksi yang dianggap mengetahui kejadian tersebut. Berdasarkan pengakuan para saksi bahwa awalnya pria pengendara Pajero itu diduga mengerem mendadak sehingga membuat kontainer di belakangnya mengklakson sebagai reflek, namun ia tak terima dan ngamuk.

Akibatnya, pengendara Pajero tersebut kemudian menganiaya sopir kontainer hingga lebam-lebam dan sempat menodongkan pistol. Bahkan seperti nampak dalam unggahan akun sosial media, ia juga memecahkan kaca bagian depan truk.

Dalam unggahan video singkat tersebut juga terlihat dengan jelas pelat nomor mobil Pajero yang merupakan oknum pelaku penganiayaan tersebut adalah B 1861 QH. Sementara perlu diketahui bahwa pelat nomor QH merupakan pelat istimewa yang digunakan oleh petinggi atau petugaa kepolisian.

Namun memang, identitas pelaku masih ditelusuri lebih lanjut oleh para anggota TNI. Hingga saat ini masih belum diketahui identitas pasti dari pelaku penganiayaan yang tengah viral tersebut. Pelat nomor mobil yang digunakan oknum seharusnya memudahkan pihak TNI untuk segera menemukan pelaku.

Penganiayaan hingga babak belur dan perusakan kaca depan truk seharusnya mendapat tindakan tegas dari pihak kepolisian, karena selain menyebabkan macet dan menggangu pengguna jalan lainnya, tindakan tersebut juga tidak pantas apalagi dilakukan oleh pihak berwajib.