Kabar terkini- Berita mengenai kritik mahasiswa terhadap pemerintah nampaknya seringkali mengalami drama yang kemudian ramai diperbincangkan dikalangan masyarakat.
Baru-baru ini Ketua BEM UI, melontarkan kritikan terhadap presiden Jokowi yang mengatakan bahwa dirinya adalah The King of Lip Service. Perumpamaan tersebut memiliki arti bahwa apa yang dikatakan oleh Jokowi tidak kenyataan.
Menanggapi hal tersebut, sang rektor UI lantas memanggil Ketua BEM tersebut untuk dimintai keterangan. Hal yang membuat berita ini sontak viral adalah ketika WhatsApp nya juga di retas oleh pemerintah.
Kritikan Keras Terhadap Jokowi
Sejumlah elite partai politik, akademisi, hingga aktivis dari berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) ramai-ramai mendukung tindakan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia tersebut yang mengkritik sekaligus menjuluki Presiden Joko Widodo sebagai The King of Lip Service.
Mereka juga kompak mengkritik langkah Rektorat UI yang memanggil pengurus BEM UI untuk meminta keterangan terkait maksud dan tujuan kritik tersebut. Fahri Hamzah juga turut memberikan dukungan pada aksi mahasiswa yang kritis terhadap pemerintah.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demorkat Irwan mengatakan kampus tak boleh menjadi alat untuk membungkam kemerdekaan mahasiswa berpendapat. Ia pun meminta perguruan tinggi tak mematikan daya kritis mahasiswa.
Ia meyakini BEM UI menjuluki Jokowi sebagai The King of Lip Service alias Raja Membual memiliki basis data yang kuat. Menurutnya, tak seharusnya pihak UI memanggil para mahasiswanya tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon juga menanggapi bahwa Rektorat UI dalam merespons tindakan BEM UI menjuluki Presiden Jokowi The King of Lip Service memalukan.
Setidaknya terdapat sebanyak 44 BEM dan organisasi masyarakat sipil, yang di antaranya Aliansi BEM Seluruh Indonesia, Greenpeace Indonesia, dan Pusako Fakultas Hukum Universitas Andalas mengecam tindakan rektor UI yang membungkam kemerdekaan mahasiswa.
Disamping dukungan terhadap aksi Kritikan tersebut, banyak juga yang mengingatkan mahasiswa maupun masyarakat untuk tidak merendahkan maupun menghina sosok presiden pada saat memberikan kritik.
Sejauh ini belum ada pernyataan langsung dari presiden Jokowi mengenai kritikan yang dilontarkan terhadap dirinya. Namun, yang pasti kebebasan berbicara masih sering menimbulkan perdebatan di tengah-tengah masyarakat.
