Kabar Terkini- KKB Papua masih menjadi isu keamanan utama di Papua, perbatasan Indonesia timur tersebut. Hingga saat ini, Pihak TNI masih berupaya untuk meredam aksi separatis yang kerap menciptakan ancaman bagi kedaulatan negara NKRI. Baru-baru ini seorang pilot asal Selandia Baru berhasil diculik oleh kelompok KKB yang bekerja untuk Susi Air.
Berdasarkan pernyataan KKB, mereka menyatakan bahwa sebelumnya telah diperingatkan agar tidak melakukan aktivitas penerbangan ke wilayah Papua, namun Susi Air tetap beroperasi sehingga KKB menahan pilot tersebut. Pihak Selandia Baru telah menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk membebaskan warga negaranya tersebut.
Karena masih beradaa dalam wilayah kesatuan NKRI, sehingga Indonesia masih menganggupi untuk melakukan upaya negosiasi dengan pihak KKB tanpa intervensi dari negara lain. Namun, kabar terkini justru aseorang anggota TNI malah gugur setelah mendapat serangan dari anggota KKB di Papua.
Anggota TNI Gugur di tangan KKB
Setelah kabar duka tersebut diterima oleh pihak Kapuspen, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono langsung melakukan konferensi dan mengatakan bahwa operasi pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens (37) terus dilanjutkan meskipun seorang prajurit TNI gugur diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Adapun Operasi pembebasan seorang pilot asing tersebut akan tetap dilanjutkan. Dalam waktu dekat, kata Julius, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan melakukan evaluasi berkaitan dengan peristiwa ini. Saat ini akan tetap dilanjutkan, perintah Panglima TNI jelas, tegas, tidak usah ragu-ragu.
Julius lantas memaparkan kronologi prajurit Satuan Tugas (Satgas) Batalion Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna diserang KKB saat operasi pencarian pilot Susi Air. Adapun penyerangan tersebut terjadi di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (15/4/2023) sore WIT. Akibat penyerangan itu, satu prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Pratu Miftahul Arifin gugur.
Julius mengatakan, penyerangan itu terjadi ketika Satgas Yonif Raider 321 sedang mendekati posisi penyandera Philips. Dari Satgas (Yonif Raider 321) mencoba menyisir mendekati posisi dari para penyandera (KKB), kemudian ada serangan dari mereka (kelompok kriminal bersenjata). Akibat penyerangan tersebut, Pratu Miftahul Arifin terjatuh ke jurang dengan kedalaman 15 meter. Setelah itu, kata Julius, terjadi serangan lanjutan dari KKB terhadap Satgas Yonif Raider 321.
