Kabarterkini.biz – Kabar Terkini, Jakarta – Aksi demo 4 November lalu dinilai bakal memberi pelajaran politik bagi politisi di Indonesia. Ahli politik Salim Said mengatakan kalau politisi Indonesia mesti belajar dari sejarah bagnsa Indonesia dengan baik.
“Menjadi politisi Indonesia tidak bisa tidak melihat sejarah. Lihat aja di Amerika butuh beberapa tahun bagi mereka untuk menerima pemimpin Katolik. Para politisi mesti tahu sejarah. Jangan cuma lihat undang-undang. Ada kejadian yang tidak dapat dibicarakan walaupun secara hukum boleh,”ucap Salim.
Salim menyindir soal kemampuan berpolitik Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dianggap kurang mumpuni. Dia menyayangkan sikapnya yang kerap menyatakan komentar yang menyinggung dan kontroversial.
“Ahok mesti tahu ini. Kelemahannya dia ada dimulutnya itu. Kalau saya bayangkan dia punya semacam gadget canggih untuk melihat siapa musuh saya hari ini. Dia melanggar ranjau. Salah satu ranjau itu yakni surat Al-Maidah ayat 51,”terangnya.
Salim mengingatkan kalau masyarakat kalau masyarakat Indonesia telah memiliki pemahaman tersendiri soal Al-Maidah ayat 51 sejak dulu. Menurutnya, hal itu telah tidak perlu untuk diungkit lagi dalam sistem kebangsaan Indonesia yang sudah paripurna menerima Pancasila.
“Saya mengatakan demokrasi bisa berjalan kalau umat Islam mengambil tempatnya dalam konfigurasi Pancasila. Ada perbedaan tapi ada kenyataan. Masyarakat udah tahu sejak dulu Al-Maidah tapi tidak mempersoalkan. Permasalahannya Pak Ahok tidak mengetahui itu, kita sembunyikan tapi diungkit,”tututpnya.
