Kabarterkini.biz – Kabar Terkini, Jakarta – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pihak Djan Faridz mengirimkan surat kepada Menteri Hukum dan HAM untuk mengganti Surat Keputusan pengesahan kepengurusan PPP pihak Romahurmuziy alias Romi. Wasekjen PPP pihak Djan Faridz, Sudarto, mengatakan surat itu dikirim pada Rabu (12/10).
“Bener, kemarin surat udah dikirimkan kepada Menkumham,”ucap Sudarto.
“yang dilampirkan banyak, sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku bagi perubahan kepengurusan dan perubahan AD/ART untuk partai politik,”tambah Sudarto.
Sudarto menyebut pihaknya berpengang pada Putusan Mahkamah Agung Nomor 601 K/Pdt.Sus-Parpol/2015. Adapun amar putusan itu berisi pengurus PPP yang sah berdasar merupakan hasil Muktamar Jakarta dengan Ketua Umum Djan Faridz.
Oleh sebab itu, Sudarto menganggap Surat Keputusan Menkumham untuk Romi tidak sah lantaran bertentangan dengan Putusan MA itu. Hal ini MA menyatakan kepengurusan DJan Faridz sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.
“Menkumham untuk pihak Romi jelas keliru lantaran bertentangan dengan putusan MA 601 yang telah berkuatan hukum tetap,”tegasnya.
Ditambahkannya, pihak Faridz bakal mendesak Kemenkum Ham untuk mengganti Surat Kepengurusan Romi, sekaligus menetapkan kepengurusan Djan Faridz sebagai struktur yang sah.
“Udah semestinya Menkumham mengganti Surat Keputusan dan mengesahkan kepengurusan Ketua Umum H Djan Faridz,”tutupnya.
Seperti yang diketahui, peemerintah sempat menggelar mediasi antara pihak Faridz dan Romi di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur beberapa waktu lalu. Muktamar VIII islah itu menetapkan kepengurusan dengan ketum Romi sah dengan keluarnya PermenkumHam nomor M.HH-06.AH.11.01 tahun 2016.
