Polisi Putar Balik Ribuan Warga Yang Nekat Mudik Lebaran

Kabar terkini- Pihak Kepolisian Polres Metro Kabupaten Bekasi mengkonfirmasi bahwa timnya telah memulangkan setidaknya 18.227 kendaraan bermotor maupun mobil yang digunakan oleh masyarakat untuk mudik. Adapun posko pencegatan tersebut berlaku sejak diterapkannya larangan mudik per tanggal 6 Mei 2021.

Meskipun larangan mudik telah diterbitkan dengan sanksi yang jelas, namun beberapa masyarakat masih memaksakan diri untuk tetap mudik lebaran dengan berbagai cara. Untuk menegakkan hukum, pihak kepolisian yang bertugas terpaksa memutar balik para pemudik tersebut.

Diketahui bahwa masyarakat yang hendak mudik dengan kendaraan mobil pribadi berjumlah 3.242 yang diputarbalikkan. Kemudian sebanyak 147 travel/elf, 53 bus, 36 truk, 27 mobil pickup, 17 mobil box, delapan bajaj, hingga satu ambulans juga telah diputarbalikkan selama larangan mudik.

Larangan Mudik Selama Covid-19

Jumlah pemudik dari Ibu kota memang memiliki jumlah yang besar, sehingga petugas kepolisian harus mengambil tindakan yang tegas guna mendukung keingingan pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona. Sehingga pos-pos pencegatan ditempatkan di berbagai titik strategis yang biasanya dilalui oleh pemudik seperti jalur pantura.

Jalur ini tentunya merupakan salah satu gerbang utama yang biasanya digunakan oleh pemudik jika ingin mengunjungi bepergian ke Jawa Tengah, Jawa Timur yang biasanya menjadi daerah tujuan para pemudik. Sebagai hasil dari posko tersebut petugas berhasil memutarbalikkan 13.684 kendaraan.

Sementara itu, petugas paling sering memutarbalikkan kendaraan pada pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB. Selama periode waktu tersebut, petugas memutarbalikkan 6.935 kendaraan. Kemudian, pada pukul 24.00 WIB-03.00 WIB memutarbalikkan 4.232 kendaraan, serta pada pukul 03.00 WIB-06.00 WIB memutarbalikkan 2.483 kendaraan.

Rencananya, petugas akan terus memantau dan berjaga di Jalur Pantura Kedungwaringin guna mendukung program pemerintah. Kebanyakan pemudik sengaja menggunakan kendaraan roda dua untuk bisa menerobos pencegatan. Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi juga mengatakan bahwa pemudik yang menggunakan sepeda motor terus meningkat bahkan mencapai 200 persen dibanding hari biasa.

Menurut dia, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor dari hari ke hari terus meningkat, terutama ketika memasuki malam hingga dini hari, di mana mereka bergerak dengan bergerombol untuk menyulitkan petugas melakukan pencegatan.

Meskipun demikian, dia memprediksi gelombang pemudik yang menggunakan sepeda motor akan terus bertambah, meskipun pemerintah telah resmi melarang mudik Lebaran 2021. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut diperkirakan akan ada penambahan petugas pada setiap pos-pos pencegatan.

Posted by userlogin