Konflik Antara Israel Dan Palestina Semakin Memanas

Kabar terkini- Konflik antara Israel dan Palestina sudah mulai sejak tahun 1967. Sejak saat itu, kedua negara masih bersitegang hingga hari. Pada bulan suci ramadhan tahun 2021 ini situasi kedua negara dikabarkan sedang memanas. Banyak media nasional maupun internasional memberitakan bahwa kejadian tersebut bermula saat pihak kepolisian Israel mengamankan warga Palestina yang hendak beribadah di mesjid Al Aqsa, Jerusalem.

Konflik tersebut pun semakin memanas pada saat warga Palestina ramai-ramai berdemonstrasi untuk menentang tindakan kepolisian Israel. Lebih lanjut, kelompok Hamas (Palestina) juga melakukan serangan udara lewat roket yang ditembakkan ke wilayah Israel.

Sebagai balasan dari serangan tersebut, pihak Israel mengakui bahwa negaranya membalas serangan tersebut dengan menyerang wilayah Gaza melalui serangan udara. ledakan mengguncang banyak gedung di seluruh Gaza sementara Sirine roket memaksa warga Israel yang berada di wilayah selatan untuk berlindung. Akibat serangan ini, dua warga Palestina tewas, lebih dari 100 terluka dalam serangan udara, dan enam orang Israel terluka.

Israel – Palestina Memanas

Pada Senin (10/5/2021) sebelumnya, dikabarkan bahwa terdapat sembilan anak termasuk di antara 20 orang tewas di Gaza. Dari 20 warga Palestina yang tewas, tujuh orang, termasuk tiga anak, adalah anggota keluarga yang tewas dalam ledakan di kota Beit Hanoun. Namun, tidak jelas apakah itu disebabkan oleh serangan Israel atau roket Palestina yang gagal.

Israel Sendiri memiliki senjata teknologi yang dikenal denganĀ Iron DomeĀ yang mampu meledakkan serangan roket Hamas di udara sebelum mencapai tanah Israel. Peristiwa tersebut dilancarkan oleh pejuang Gaza yang menembaki wilayah Yerusalem untuk pertama kali sejak perang 2014. Mereka dinilai melintasi “garis merah”, sebagaimana disebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Meningkatnya kekerasan terjadi saat Israel merayakan “Hari Yerusalem”, sebuah hari yang menandai momen pengambilalihan Yerusalem Timur dalam perang Arab-Israel tahun 1967. Eskalasi dimulai dengan konfrontasi di Masjid Al-Aqsa, sebuah situs yang paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan lebih dari 300 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel. Polisi Israel menembakkan peluru karet, granat kejut dan gas air mata di kompleks tersebut. Polisi mengatakan 21 petugas terluka dalam pertempuran itu.

Meskipun masalah mereda setelah beberapa jam, ada titik fokus ketegangan lain seperti lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem Timur di utara Kota Tua. Di sana, beberapa keluarga Palestina menghadapi penggusuran dari rumah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Hamas, kelompok Islam yang menguasai Gaza, menetapkan tenggat waktu malam bagi Israel untuk mengeluarkan polisi dari Al-Aqsa dan Sheikh Jarrah. Ketika kedaluwarsa, sirene meraung di Yerusalem dan roket menghantam pinggiran kota.

Israel memandang seluruh wilayah Yerusalem sebagai ibu kotanya, termasuk bagian timur yang dianeksasi setelah perang 1967. Meski begitu, tindakannya ini belum mendapatkan pengakuan internasional. Sementara itu di sisi lain, Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara.

Hamas dan kelompok militan Jihad Islam yang lebih kecil mengaku bertanggung jawab atas tembakan roket di Yerusalem. Sementara militer Israel mengatakan mereka menyerang sasaran yang mencakup operasi militan, terowongan serangan, dan rumah seorang komandan batalion Hamas.

Posted by userlogin