Kabarterkini.biz – Kabar Terkini, Jakarta – Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda memperkirakan, Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti bakal diikuti tidak lebih dari tiga pasangan calon kepala daerah.
Tiga pasangan itu merefleksikan tiga pasangan kekuatan besar.
“Saya perkirakan mungkin cuma dua atau tiga pasangan aja,”ucap Hanta dalam diskusi “Menakar Kandidat Kuat Gubernur DKI Jakarta 2017′, di Jakarta, Kamis (15/9).
Pasangan pertama, terdiri dari Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Nasdem, dan Partai Hanura yang bakal mengusung pasangan petahana, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.
Berikutnya, pasangan yang dibentuk PKB, PAN, Partai Demokrat, dan PPP, yang diperkirakan bakal mengusung Yusril Ihza Mahendra sebagai calon gubernur.
Adapun, pasangan terakhir merupakan gabungan partai Gerindra dan PKS, yang diprediksi bakal mengusung pasangan duet Sandiaga Uno dan Mardani Ali Sera.
Khusus untuk pasangan ini, Presiden PKS Sohibul Iman sebelumnya mengaku sudah mendapatkan izin dan restu dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Tetapi, pengakuan itu ditepis Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria.
“Kalau nanti ada tiga calon pasangan, maka pilkada bakal berlangsung dua putaran. Lantaran di DKI ini mesti 50 persen plus satu,”ucap Hanta.
Sedangkan itu, Ketua Umum DPP PPP M Romahurmuziy juga menyatakan hal yang sama.
Menurut dia, kalau Pilkada DKI diikuti oleh tiga calon pasangan kepala daerah, maka masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan untuk menentukan siapa calon kepala daerah yang dinilai lebih pantas untuk memimpin Ibu Kota.
“Saya pikir pilkada ini bakal diikuti tiga pasangan calon,”ucap Romahurmuziy.
