Home / Kabar Terkini / Mensos “Inilah Pemicu Pemerkosa Gadis 14 Tahun di Bengkulu”
Mensos “Inilah Pemicu Pemerkosa Gadis 14 Tahun di Bengkulu”

Mensos “Inilah Pemicu Pemerkosa Gadis 14 Tahun di Bengkulu”

Kabar Terkini – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjumpai beberapa pelaku pemerkosaan pada gadis 14 tahun di Bengkulu. Khofifah menyampaikan, minuman keras serta konten pornografi jadi penyebab aksi perkosaan yang berbuntut pembunuhan itu.

“Sebelumnya peristiwa mereka menenggak miras serta melihat video porno di handphone. Hingga dapat dipetakan hulu permasalahan, yakni miras serta konten pornografi,” kata Khofifah waktu kunjungan kerja di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (7/5/2016) seperti dalam keterangan tertulisnya.

Menurut dia, miras serta pornografi jadi dua hal yang mendorong seseorang melakukan kejahatan serta kekerasan seksual dan tindak sadisme yang lain. Konten pornografi sudah secara nyata jadi racun untuk anak-anak, remaja dan generasi bangsa.

Untuk pelaku diatas 18 tahun dijerat pasal berlapis lantaran ada unsur direncanakan. Sedang pelaku dibawah 18 tahun dituntut pada peradilan anak serta diletakkan di Lembanga Pembianan Khusus Anak (LPKA).

“Dua pilihan hukuman untuk pelaku kejahatan seksual pada anak-anak dengan kebiri. Kedua dengan memberi pemberatan hukuman, yakni seumur hidup serta maksimal mati,” katanya.

“KPAI merilis data, 87 persen siswa SMP serta SMA di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang serta Bekasi (Jabodetabek) pernah melihat konten pornografi,” sambungnya.

Khofifah mengharapkan beberapa orang-tua mesti dapat mengawal anak-anak supaya memperoleh edukasi serta melek teknologi informasi (IT) yang sehat, supaya tak jadi korban dari laman-laman pornografi dalam serta luar negeri.

“Edukasi dibutuhkan lantaran dapat yang dibuka mengandung content pornografi. Edukasi dapat dikerjakan semuanya pihak, bisa masyarakat, pemerintah, ataupun public private partnership,” ucapnya.

Khofifah juga mengingatkan, semuanya pihak mesti disadarkan dengan menghidupkan sistem alarm warning pada perlindungan anak serta wanita mengingat kejahatan seksual bersamaan dengan kekerasan serta tindak sadisme.

“Dengan sistem alarm warning pada perlindungan anak serta perempaun dibutuhkan, mengingat kejahatan seksual bersamaan dengan kekerasan serta tindak sadisme,” katanya.

UU perlindungan anak, kata Mensos, mengatakan kewajiban utama memberi perlindungan pada anak yaitu orang tua. Sekarang ini, menjadi utama pendidikan pra nikah bagi calon orang tua supaya mengerti hak-hak serta keharusan saat mengambil keputusan mempunyai anak.

“Pendidikan pra nikah jadikan setiap calon orang tua mengerti saat memutuskan mempunyai anak. Sebab, ada keharusan pada anak, berkaitan ketrampilan untuk mendidik, menuntun, dan mengasuh,” ucapnya.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369