Memperingati Hari Kartini Sebagai Pahlawan Nasional

Kabar terkini- Ra. Kartini merupakan salah satu sosok perempuan pemberani yang memperjuangkan hak-hak perempuan pada masa yang sangat sulit.

Salah satunya adalah hak perempuan untuk memperoleh pendidikan. Pada masa RA. Kartini sangatlah mustahil bagi perempuan untuk bersekolah karena stigma laki-laki harus menghidupi keluarga sementara perempuan menjaga anak dan melakukan pekerjaan rumah.

Sehingga pendidikan bukanlah hal untuk perempuan. Hak untuk memperoleh pendidikan inilah yang diperjuangkan oleh RA. Kartini sehingga saat ini kaum perempuan dapat memperoleh pendidikan yang setara dengan laki-laki.

Memperingati Hari Kartini

Memperingati hari kartini merupakan salah satu cara untuk menghormati perjuangan RA. Kartini sebagai pahlawan nasional. Hari peringatan ini pertama kali dirayakan pada tanggal 2 Mei 1964, namun pada saat Presiden Soekarno menjabat sebagai presiden, ia menetapkan peringatan RA. Kartini sebagai pahlawan nasional jatuh pada tanggal 21 April.

Hal tersebut dilatarbelakangi oleh tanggal lahir RA. Kartini pada tanggal 21 April 1879 dan pada hari Soekarno menetapkan nya sebagai pahlawan nasional.

Sebelum masa pandemi biasanya setiap sekolah, instansi dan lembaga-lembaga lainnya mengadakan acara peringatan hari Kartini, yang paling umum adalah dengan mengenakan batik atau kebaya yang merupakan ciri khas RA. Kartini atau perempuan masa dulu.

Tokoh Emansipasi Wanita

Keberanian dan keberhasilan R.A Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan menjadikannya dikenal sebagai tokoh emansipasi wanita, yang menentang keras pasifnya posisi wanita di Indonesia pada sistem masyarakat, keluarga, dan pemerintahan.

Salah satu pemikiran utama beliau adalah bahwa perempuan juga memiliki hak dan kapabilitas yang sama untuk melakukan apa yang saat itu hanya bisa dilakukan oleh kaum laki-laki.

Hal ini dibuktikan dengan tindakannya untuk belajar membaca, dan mengajari beberapa orang perempuan di lingkungannya ketika ia dipingit. Untuk mengembangkan gagasannya ini sendiri, beliau berkorespondensi dengan teman-temannya yang ada di Belanda melalui surat.

Surat-surat tersebut kemudian dijadikan sebagai buku yang sangat terkenal hingga saat ini yaitu berjudul habis gelap terbitlah terang. Buku tersebut tidak asing lagi karena banyak dibahas di sekolah maupun berita-berita yang memiliki konten edukasi khususnya tentang sejarah.

Posted by userlogin