KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam & 43 TNI Gugur di Bali

Kabar terkini- Setelah beberapa kali dilanda bencana alam, kini Indonesia kembali berduka ats tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala 402 milik TNI AL di perairan Bali pada tanggal 21 April 2021. Setelah dinyatakan hilang dari radar, pihak TNI bergegas mengerahkan tim pencarian.

Panglima TNI Tjahjanto bersama KASAL TNI AL Yudo Margono bekerjasama untuk segera menyelamatkan anggota ABK KRI Nanggala yang merupakan pasukan khusus yang dimiliki oleh TNI AL. Menurut informasi yang dirilis pada pers oleh KASAL AL setidaknya ada 49 ABK yang bertugas di dalam kapal selam tersebut.

Pencarian pun segera dilakukan karena cadangan oksigen yang terdapat dalam kapal selam tersebut hanya bertahan selama 72 jam sebelum diisi ulang lagi. Dalam upaya penyelamatan tersebut pemerintah Indonesia juga membuka diri pada beberapa negara tetangga yang menawarkan bantuan.

Adapun negara Singapura, India, bahkan Amerika Serikat menaruh perhatiannya pada aksi penyelamatan KRI Nanggala 402 tersebut. Pencarian pun dilakukan dengan bantuan teknologi khusus pencari kapal selam, namun belum menemukan titik terang sebelum batas waktu 72 jam sebelum oksigen dalam kapal selam tersebut habis.

KRI Nanggala 402 Dinyatakan Tenggelam

Proses pencarian mengalami kesulitan lantasan keberadaan kapal KRI Nanggala 402 dinyatakan berada dalam kedalama 700 meter lebih sehingga sangat sulit untuk didteksi. Tim penyelamatan semakin yakin bahwa KRI Nanggala mengalami kegagalan fungsi setelah menemukan tumbahan minyak di sekitar perairan Bali.

72 jam telah berlalu dan KRI Nanggala tak kunjung dapat dideteksi sampai pada tanggal 24 April 2021 sore hari waktu setempat, dimana tim gabungan pencarian berhasil menemukan barang bukti berupa serpihan bagian kapal yang dianggap otentik.

Untuk memberikan kepastian informasi baik kepada pemerintah maupun para keluarga ABK KRI Nanggala, Panglima TNI Tjahjanto beserta KASAL TNI AL Yudo Margono segera menggelar konferensi pers yang mengumumkan bahwa kapal selam Indonesia tersebut telah tenggelam dan seluruh ABK dinyatakan gugur.

Selain itu, KASAL TNI AL Yudo Margono juga menyebutkan bukti-bukti otentik yang dimaksud, yaitu benda hitam yang merupakan pecahan peluru tabung torpedo, pembungkus pipa pendingin yang pernah diperbaiki di Korea pada 2012, botol berwarna oranye berisi pelumas, alas yang biasa dipakai ABK, hingga spons.

KASAL Yudo memastikan bahwa benda-benda tersebut tidak dimiliki oleh umum. Sehingga dengan barang bukti tersebut dapat dikatakan bahwa kapal selam mengalami keretakan hingga mengeluarkan barang-barang tersebut yang seharusnya berada di dalam kapal.

Meskipun sudah dinyatakan tenggelam, namun Tim pencarian masih dikerahkan hingga tuntas. Hal ni tentunya sudah merupakan kewajiban pihak TNI untuk memastikan penyebab tenggelamnya KRI Nanggala tersebut. KASAL Yudo masih menaruh harapan bahwa ABK kapal tersebut masih bisa diselamatkan asalkan masih terdapat listrik dalam kapal tersebut.

Memang oksigen hanya bertahan selama 72 jam atau tiga hari, namun selama masih ada listrik dalam kapal tersebut dan tidak mengalamai black out maka kemungkinan ABK masih bisa bertahan hingga lima hari setelah hilang dari radar.

Posted by userlogin