Kabar Terkini – Massa FPI yang mau berdemo di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia pada hari Senin (16/01/2017) besok, dengan tujuan menuntut pencopotan Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mempertanyakan tujuan demo dan apa yang akan kita petik untuk kemajuan bangsa ini.
Menurut Ketua Umum PBNU, justru demo ini dapat menganggu ketertiban umum. Sekolah-sekolah terpaksa diliburkan, yang kerja jadinya tidak kerja. Hal tersebut sangatlah menganggu aktivitas masyarakat yang tidak mengetahui seluk beluk masalah. Mengenai tuntutan para pendemo yang meminta Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mencopot Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dari jabatannya. Said menilai hal ini memiliki mekanisme tersendiri.
Tapi, dirinya berpendapat, semestinya seorang ulama menyampaikan kebaikan. Menurut Said Aqil, ulama bukanlah mengajarkan kebencian dan menghasut orang lain. Seorang ulama itu mesti taklim menyampaikan pengajian atau ilmu agama. Kenapa orang ceramah tiap hari menghasut terus. Itu bukan seorang ulama, jika sekali-kali marah itu wajar. Mestinya harus taklim, kalau tiap hari isinya menghasut, itu bukanlah ulama.
Sebelumnya dikabarkan, FPI mau menggelar aksi 161 di depan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia pada hari Senin besok. Secara umum massa FPI dan massa Gerakan nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI akan berkumpul di Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka akan berkumpul di masjid pada pukul 07.30 WIB untuk menunaikan salat duha pada pukul 08.00 WIB dan mendengarkan tausiyah. Panglima FPI Maman Suryadi Abdurrahman menyatakan akan melaksanakan agenda menuntut Kapolri untuk mencopot Kapolda Jabar.
