Kabar Terkini – Seorang pria di China menolak untuk membayar lebih oleh pemilik warung untuk beberapa mangkuk mie yang dimakannya. Tidak menerima dengan permintaan itu, keduanya terlibat perkelahian hebat yang berujung kematian. Kepala sang pemilik warung dipenggal. Kejadian ini berlangsung pada hari Sabtu kemarin di Wuhan, Ibukota Provinsi Hubei.
Sesudah memakan tiga mangkok mie, pria dengan marga Hu (22) yang merupakan seorang pekerja migran tersebut mengaku kalau warung itu memintanya untuk membayar lebih sebesar 1 yuan atau setaraf dengan Rp 2.000 per mangkok. Pemilik warung itu disebut-sebut tidak pedulu dengan penolakan pria tersebut. Keduanya berkelahi sebelum akhirnya Hu memenggal kepala sang pemilik kedai yang berumur 42 tahun itu dengan sebilah pisau. Dia meletakkan potongan kepala itu dekat tempat sampah.
Pelaku yang berasal dari Provinsi Sichuan sudah diamankan pihak kepolisian. Dia dilaporkan mempunyai latar belakang penyakit mental dan kekerasan. Selain itu, dia juga dikabarkan menghabiskan waktu selama enam bulan di rumah sakit jiwa tahun 2016. Sepupu Hu mengungkapkan, Hu sering mengancam keluarganya dengan kekerasan dan memukuli orang tuanya. Ibu Hu juga menyampaikan dia tidak mendidik anaknya dengan baik dan saya benar-benar minta maaf atas kelakuan anak saya.
Pemilik warung itu menetap bersama putranya yang berumur 13 tahun setelah berpisah dengan istrinya 5 tahun yang lalu. Kerabat sekitar mengenalnya sebagai pria yang baik dan tidak akan meminta pelanggan membayar lebih. Polisi telah memperingatkan pengguna internet supaya tidak membagikan video dan foto perkelahian mengerikan yang telah tersebar di media sosial China.
