Kabar Terkini – Polda DIY mengintensifkan Operasi Lilin Progo untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama Natal serta Tahun Baru. Saat pelaksanaan Operasi Lilin Progo bakal diadakan selama 10 hari. Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri menyampaikan, mobilitas manusia dengan memakai beragam sarana angkutan bakal bertambah selama perayaan Natal serta Tahun Baru.
Kapolda menanggung keamanan dan ketenteraman masyarakat DIY yang merayakan natal 2016 serta tahun baru 2017. Pemusatan kegiatan masyarakat tak tutup peluang munculnya potensi gangguan seperti kebut-kebutan, kemacetan, pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas, sampai kejahatan yang sifatnya konvensional seperti perkelahian antar kelompok, mabuk-mabukan, sampai perjudian.
Pihaknya juga menghadapi persoalan berlatar belakang SARA. Seperti perselisihan, perusakan, pembakaran rumah tinggal yang dijadikan tempat ibadah. Bukan sekedar itu, yang juga diwaspadai yaitu tindakan teror seperti ancaman, telepon gelap, teror bom ditempat ibadah, pusat keramaian, atau objek vital dan tempat-tempat utama yang lain.
“Pasukan yang disediakan sebanyak 1627 personel yang menyebar di seluruh DIY. Mengenai pembagiannya Polda DIY mengerahkan 227 personel, Polresta Yogyakarta dan Sleman masing-masing 325 personel, Bantul 260 personel, serta Kulonprogo dan Gunungkidul masing-masing 245 personel,” terang Dofiri.
Supaya pengamanan bisa dengan gampang dijangkau, kepolisian membangun 24 pos pengamanan serta tiga pos pelayanan yang menyebar di semua DIY. Sekiranya di lokasi Kota Yogyakarta pos pengamanan ada di Teteg Malioboro, Gembiraloka, Simpang empat Kantor Pos Besar dan sebagian gereja seperti Kotabaru, Pugeran, Bintaran, Sawo Kembar.
Untuk lokasi Sleman, tidak hanya ada tiga pos pengamanan, ada juga pos pelayanan yang diletakkan di kawasan candi Prambanan dan Kaliurang. Ruang bantul, personel diletakkan di pos yang ada di Pasar Seni Gabusan, Parangtritis serta Gereja Hati Kudus Ganjuran.
Sedangkan di Kulonprogo dan Gunungkidul, pos pengamanan diletakkan di lokasi wisata seperti Pantai Baron, Pantai Pulang Syawal, Pantai Glagah, serta Alun-alun Wates.
“Operasi ini merupakan jaminan keamanan dan ketenteraman masyarakat DIY yang merayakan natal 2016 serta tahun baru 2017 dengan aman, nyaman dan lancar,” tutur Dofiri.
