Jokowi Umumkan Vaksin Covid-19 Tiba Akhir Tahun 2020

Berita terkini- Hampir satu tahun lamanya, dunia menunggu kabar kedatangan vaksin Covid-19. Presiden Jokowi baru-baru ini telah mengumumkan bahwa vaksin covid-19 akan tiba sekitar bulan November hingga Desember.

Jokowi juga menambahkan bahwa pemerintahannya sedang mengupayakan vaksin tersebut tiba di Indonesia baik dalam bentuk jadi maupun bahan baku.

Nantinya, vaksin yang datang berupa bahan baku akan diolah terlebih dahulu oleh Biofarma. Sementara vaksin dalam bentuk jadi tetap harus melalui beberapa tahapan sebelum disuntikkan ke masyarakat.

Sama seperti negara lainnya, Indonesia juga memiliki Badan Pengawas Obat dan MAkanan (BPOM) yang bertugas memastikan segala jenis makanan layak konsumsi berdasarkan kriteria ilmiah.

Untuk vaksin covid-19 sendiri, BPOM akan mengusahakan proses dan pemeriksaannya kurang lebih tiga minggu sebelum dinyatakan layak uji.

Sehingga kemungkinan besar Vaksin baru bisa disalurkan ke seluruh tanah air akhir tahin 2020 bahkan bisa hingga awal tahun depan.

Hal tersebut dikarenakan proses distribusi ke seluruh tanah air membutuhkan proses yang tidak mudah, lantaran transportasi yang masih memiliki gap.

Persiapan logistik menjadi hal yang paling vital pada saat penyaluran vaksin nantinya, karena vaksin yang berbeda produk tentunya membutuhkan keadaan yang berbeda pula.

Misalnya suhu vaksin harus tetap terjaga stabil ketika saat pengantaran ke desa-desa yang mungkin hanya bisa ditempuh dengan jalur darat.

30 Juta Dosis Vaksin

Pemerintah Indonesia juga menyesuaikan kebutuhan masyarakatnya, tidak main-main, Jokowi akan mendatangkan 30 juta dosis vaksin covid-19.

Indonesia melalui Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) memesan vaksin tersebut dari Astra Zeneca, Sinopharm dan Sinovac.

Seluruh jajaran menteri juga ikut berpartisipasi dalam penanganan covid-19 ini, seperti halnya Menteri Kesehatan dan Menteri Luar Negeri sedang mengurus kedatangan vaksin-vaksin tersebut.

Menurut Airlangga Hartarto, Ketua KPCPEN penanganan covid-19 di Indonesia sudah lebih baik dari pada sebelumnya.

Hasil evaluasi KPCPEN selama tiga bulan berjalan, menunjukkan penanganan Covid-19 lebih baik dibuktikan dengan penurunan rata-rata persentase kasus covid-19 aktif dari 22,1% menjadi 19,97%.

Sedangkan pada sektor recovery rate pada data tanggal 11 Oktober 2020 menunjukkan peningkatan mencapai 76,48% lebih tinggi dari bulan sebelumnya 75,0% akibat menurun kasus aktif di beberapa provinsi.

Selain itu, ada juga kabar baik dari Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo yang mengatakan adanya tren penurunan angka kematian di sembilan provinsi prioritas, kecuali Bali.

Letjen Doni Monardo menyebutkan angka kematian di provinsi Jawa Timur dan Papua yang sempat naik namun turun lagi pada seminggu terakhir.

Tren kenaikan juga terjadi di angka kesembuhan di sembilan provinsi prioritas, kecuali Papua. Namun, Doni memastikan agar semuanya mengalami kenaikan.

Sehingga Satuan Tugas Penanganan Covid bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian PUPR bekerjasama untuk membangun RS Covid-19 di Biak.

Posted by userlogin