Dua Prajurit TNI Terpaksa Ditahan Setelah Viral Diduga Pendukung Rizieg

Berita terkini- Akhir-akhir ini, media tanah air disibukkan dengan berita kepulangan Habib Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia.

Sejak tiba di Bandara Soekarno Hatta pada tanggal 10 November lalu, banyak kalangan masyarakat yang marah dan tidak puas, karena pemerintah terkesan bersikap diam dan tidak tegas.

Ribuan massa yang ikut serta menjemput Habib Rizieq dikabarkan juga mengakibatkan kerusakan fasilitas bandara serta menimbulkan kemacetan di jalan raya.

Video Anggota TNI Viral

Pada hari penjemputan HRS pemerintah mengambil tindakan untuk melakukan pengamanan dari TNI-POLRI untuk memastikan tidak adanya bentrok atau kerusuhan.

Namun, ditengah-tengah tugas pengamanan, salah satu anggota TNI merekam video singakat berdurasi 17 detik yang mengatakan “on the way¬†Bandara, Habib Rizieq Shihab kami bersamamu”.

Video singkat tersebut menjadi viral dan perbincangan warga net akan posisi anggota TNI yang seharusnya berpihak netral.

Kedua anggota TNI tersebut adalah Kopda Asyari, anggota Kompi A Batalyon Zeni Tempur 11 Kodam Jaya dan Serka BDS dari TNI AU.

Berbeda dengan Kopda Asyari, video Serka BDS yang berdurasi 24 detik viral saat dirinya menyanyikan lagu-lagu religi yang liriknya diubah dengan kata-kata penyambutan HRS.

Meskipun banyak para pendukung FPI menilai bahwa apa yang dilakukan kedua anggota TNI tersebut tidak salah, namun keduanya tetap dikenakan sanksi berdasarkan aturan Militer.

Pejabat Sementara Kepala Penerangan Kodam Jayakarta Kolonel Inf Refki Efriandana Edwar mengatakan karena pernyataan ini seakan-akan tentara menyambut kedatangan HRS, yang notabene oposisi pemerintah.

Padahal tugas utama pagi itu adalah untuk mengamankan Bandara Soetta yang merupakan objek vital. Kolonel Inf Refki juga menegaskan bahwa tindakan prajurit tersebut telah melanggar sumpah prajurit.

Komandan Batalyon Zeni Tempur 11, sebagai pihak yang berwenang menetapkan sanksi disiplin kepada Kopda Asyari, yaitu kurungan selama 14 hari.

Komentar Rizieq

Salah satu agenda besar setelah kepulangan HRS ke Indonesia adalah mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta.

Meskipun Pemprof DKI Jakarta masih menerapkan PSBB, namun sampai saat ini belum ada tindakan tegas tentang akticvitas yang justru menciptakan kerumunan masyarkat.

Pada kesempatan tersebut, HRS menyampaikan komentarnya tentang dua anggota TNI yang ditahan karena menyambut kedatangannya.

HRS mengatakan dengan lantang bahwa tindakan pemberian sanksi tersebut tidak memiliki akhlak. Rizieq justru membandingkannya dengan perlakuan baik Brimob terhadap Dato Sri Tahir karena kontribusinya merehabilitasi gedung Pusat Pendidikan Korps Brimob tahun 2018 silam.

Rizieq menambahkan bahwa Dato Sri Tahir, dari Mayapada itu adalah Cina yang memakai nama Dato justru digotong-gotong, namun tidak dipermasalahkan.

 

Posted by userlogin