Ridwan Kamil Diperiksa Karena Kerumunan Di Megamendung

Berita terkini- Masih berhubungan dengan kepulangan Habib Rizieq Shihab yang mengadakan serangkaian kegiatan yang dihadiri oleh ribuan orang.

Salah satunya adalah mengadakan acara di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Akibat dari kegiatan kerumunan tersebut, pemerintah pusat dan satgas penanganan Covid-19 bertindak tegas.

Tak tanggung-tanggung, Polda Jawa Barat langsung dicopot dari jabatannya karena dianggap gagal menghindari kerumunan di wilayah hukumnya.

Sementara itu, beberapa orang atau lembaga yang dianggap seharusnya mampu mencegah kerumunan juga diperiksa oleh Polri sebagai saksi.

Salah satunya yang sempat viral yaitu pemeriksaan yang dilakukan terhadap gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

11 Saksi Diperiksa

Akibat dari kerumunan di Megamendung tersebut, Tim penyidik gabungan Polri bakal meminta keterangan 11 saksi kasus kerumunan kegiatan Rizieq Shihab.

Surat undangan telah dikirimkan kepada Gubernur Jawa Barat tersebut beserta 10 orang lainnya.

Selain Ridwan Kamil, Bareskrim juga akan memanggil Bupati Bogor Ade Yasin, Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Asep Agus Ridallah.

Kemudian Camat Megamendung Endi Rismawan, Kepala Desa Sukagalih Alwasyah Sudarman, Kepala Desa Kuta Kusnadi, Ketua RW 03 Desa Sukagalih Agus.

Hingga Ketua RT 01 Marno, Bhabinkamtibmas Aiptu Dadang Sugiana, dan Panitia Maulid Nabi dari FPI yakni Habib Muchsin Alatas.

Seperti apa yang telah disampaikan oleh Presiden Jokowi, bahwa tidak ada yang kebal hukum apalagi berhubungan dengan penanganan Covid-19.

Presiden Jokowi menegaskan bahkan akan menghukum tegas mereka yang lalai atau tidak patuh terhdap protokol kesehatan.

Sebagai bukti dari keseriusan Pemerintah dalam menegakkan protokol kesehatan, dengan terpaksa Kapold aJawa Barat, Irjen Pol Rudy Sufahriadi dicopot dari jabatannya.

Jenderal Polisi bintang dua tersebut dimutasi karena dianggap gagal menenggakan protokol kesehatan pada tanggal 16 November lalu selang beberapa hari setelah terjadinya kerumunan pengikut HRS.

Serangkaian kegiatan kerumunan HRS juga memakan korban di DKI Jakarta. Acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri HRS juga menimbulkan kerumunan yang melanggar protokol kesehatan.

Meskipun pihak HRS telah dikenakan sanksi dengan biaya denda Rp 50 juta, namun Pemerintah pusat tetap bertindak tegas terhadap protokol kesehatan.

Alhasil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga diperiksa oleh Polda Metro Jaya, Selasa (17/11/2020).

Gubernur DKI Jakarta tersebut dipanggil karena ada dugaan pembiaran kerumunan dalam rangkaian acara Rizieq di Petamburan, markas FPI saat perayaan Maulid Nabi hingga pernikahan putrinya.

Tak berhenti sampai pada pemeriksaan Gubernur dan kepala daerah, Polda metro jaya juga akan memeriksa Rizieq Shihab selaku pimpinan FPI dan pihak penyelenggara acara.

Posted by userlogin