Home / Kabar Terkini / Inilah Alasan Kenapa Mendikbud Melarang Pelaksanaan MOS
Inilah Alasan Kenapa Mendikbud Melarang Pelaksanaan MOS

Inilah Alasan Kenapa Mendikbud Melarang Pelaksanaan MOS

Kabar Terkini – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Anies Baswedan melarang pelaksanaan Masa Orientasi Sekolah (MOS) di sekolah. Anies saat ini mengganti MOS dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Perubahan ini dibuktikan dengan diterbitkannya Permendikbud No 18 Tahun 2016 mengenai Pengenalan Lingkungan Sekolah untuk Tahun Pelajaran 2016/2017.

Menurut Anies, larangan MOS diaplikasikan karena rawannya tindakan pelonco oleh senior pada siswa baru. Tindakan kekerasan fisik juga sering berlangsung pada MOS itu. Pengenalan Lingkungan Sekolah dinilai pas untuk meniadakan praktek kekerasan dari senior pada junior.

“Ini tak dapat lagi dilewatkan lantaran tak ada orangtua yang menginginkan mengantar anaknya ke sekolah dalam keadaan bahagia, namun menjemputnya dengan keadaan yang menyedihkan,” kata Anies, Selasa (12/7) lalu.

Dalam Permendikbud No 18 Tahun 2016 diterangkan kalau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dikerjakan sepanjang tiga hari dibawah pengawasan guru. Proses juga berlangsung pada hari dan jam sekolah tanpa ada melibatkan beberapa alumni ataupun senior.

Pada Pasal 2 Permendikbud itu juga menjelaskan Pengenalan Lingkungan Sekolah butuh dilakukan pada awal tahun pelajaran mempunyai tujuan untuk mengetahui potensi diri siswa baru; membantu siswa baru menyesuaikan dengan lingkungan sekolah serta sekitarnya, diantaranya pada aspek keamanan, fasilitas umum, serta sarana prasarana sekolah; menumbuhkan motivasi, semangat, serta langkah belajar efektif sebagai siswa baru; meningkatkan interaksi positif antarsiswa serta warga sekolah yang lain; menumbuhkan tingkah laku positif diantaranya kejujuran, kemandirian, sikap sama-sama menghormati, menghormati keanekaragaman serta persatuan, kedisiplinan, hidup bersih dan sehat untuk mewujudkan siswa yang mempunyai nilai integritas, etos kerja, serta semangat gotong royong.

Lampiran III Permendikbud No. 18 Thn 2016 secara tegas menjelaskan kalau sekolah dilarang mewajibkan siswa baru menggunakan atribut seperti tas karung, tas berbelanja plastik serta sejenisnya. Kaos Kaki berwarna-warni tak simetris juga dilarang.

“Aksesori di kepala yang tidak wajar, alas Kaki yang tidak wajar, papan nama yang berupa rumit serta menyusahkan dalam membuatnya dan/atau diisi konten yang tidak berguna. Atribut lainnya yang tidak relevan dengan kesibukan pembelajaran.”

Mengenai dalam Lampiran III Permendikbud No 18 Tahun 2016 menerangkan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dilarang beraktivitas seperti memberi pekerjaan pada siswa baru yang harus membawa satu produk dengan merek tertentu. Menghitung suatu hal yang tidak berguna (menghitung Nasi, Gula, Semut, dsb).

Diluar itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah tak diizinkan menyuruh siswa baru mengonsumsi memakan serta minuman sisa yang bukanlah milik masing-masing siswa baru. Apalagi memberi hukuman pada siswa baru yang tidak mendidik seperti menyiramkan air dan hukuman yang berbentuk fisik dan/atau menghadap pada tindak kekerasan.

“Memberi pekerjaan yang tidak masuk akal seperti bicara dengan hewan atau tumbuhan dan membawa barang yang telah tidak diproduksi kembali.”

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369