Kabar Sehat – Pernahkah Anda tidak konsumsi makanan yang digoreng dalam sehari saja? Rasa-rasanya kebanyakan masyarakat Indonesia punya kebiasaan konsumsi makanan yang digoreng. Apakah itu ayam goreng, tempe goreng, pisang goreng, serta bermacam gorengan yang banyak di jual di tepi jalan atau selalu ada di warung makan.
Makanan yang digoreng memanglah nikmat, namun dapat mengakibatkan permasalahan pada tubuh. Dokter spesialis gizi klinik Samuel Oetoro menyampaikan, minyak yang dipakai untuk menggoreng, biasanya bakal rusak pada suhu 100 derajat celsius.
“Rusaknya minyak jadi asam lemak trans atau lemak jahat yang mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah,” jelas Samuel di Jakarta, Selasa (31/5/2016).
Kandungan lemak trans juga meningkat pada minyak goreng yang berkali-kali dipakai untuk menggoreng. Penyumbatan pembuluh darah berlangsung, lantaran lemak trans mengakibatkan penimbunan plak di pembuluh darah itu.
Hal tersebut adalah aspek resiko tinggi terjadinya serangan jantung. Lemak trans bakal tingkatkan kandungan Kolesterol jahat serta kurangi Kolesterol baik.
Menurut Samuel, beberapa minyak yang digolongkan lebih sehat di banding minyak kelapa juga tak bisa dipakai untuk menggoreng, seperti minyak zaitun, kanola, sampai minyak kedelai. Kandungan sehat minyak itu akan rusak waktu dipanaskan sampai suhu 100 derajat.
Samuel mengungkap, hanya satu minyak yg tidak rusak waktu dipakai untuk menggoreng makanan yaitu minyak bekatul, yakni minyak yang datang dari dedak atau serbuk halus dari kulit padi. Minyak itu baru akan rusak pada suhu 260 derajat celsius.
“Karena, tidak ada orang yang menggoreng hingga 260 derajat celsius,” kata Samuel.
Samuel juga merekomendasikan untuk mengurangi makanan yang digoreng dan menggantinya dengan memproses makanan lebih sehat, seperti di rebus serta dikukus.
Dalam mengkonsumsi makanan sehat, Samuel juga membuat rumus 4 J, yakni jumlah makanan, jam atau jadwal makan, jenis makanan, serta jurus masak.
