Home / Kabar Terkini / Ini Pejelasan Kejagung Ahok Tidak Ditahan
Ini Pejelasan Kejagung Ahok Tidak Ditahan

Ini Pejelasan Kejagung Ahok Tidak Ditahan

Kabar Terkini – Tersangka dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah diserahkan Polri ke Kejaksaan Agung. Penyerahan ini bersamaan pelimpahan tahap II berkas perkara yang menyeret Gubernur nonaktif DKI Jakarta itu.

Kejaksaan mengambil keputusan tidak menahan Ahok. Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung M Rum menjelaskan, Ahok tidak ditahan lantaran beberapa pertimbangan.

“Pertama kalau penyidik telah mengajukan pencekalan dan hingga sekarang ini berlaku,” kata Rum di Kejaksaan Agung, Kamis (1/12/2016).

Lalu, lanjut Rum, selesai SOP yang ada, jika penyidik Polri tidak menahan tersangka, kejaksaan juga bakal berlaku sama. “Kami juga tak lakukan penahanan,” tutur Rum.

Ketiga, jaksa peneliti mengambil keputusan kalau Ahok tidak perlu ditahan karena kooperatif. ” Kalau tersangka ini setiap di panggil datang, ” lanjut Rum.

Alasan ke empat, jaksa membuat dakwaan kasus Ahok dengan pasal alternatif. Pasal pertama yaitu Pasal 156 a KUHP yang ancaman hukuman lima tahun penjara. Sementara itu, pasal kedua yaitu Pasal 156 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.

“Jadi, kita belum tahu,” kata dia. Sesuai Pasal 21 KUHAP, salah satu pertimbangan seorang tersangka ditahan yaitu bila ia memperoleh ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Dalam kesempatan itu, Rum mengaku kalau proses hukum Ahok dikebut. Itu lantaran kejaksaan melihat dan mendengar tanggapan publik pada kasus ini.

“Kita saksikan dan dengar tanggapan di masyarakat, jadi sejak awal penelitian kita sudah percepat. Kita minimalkan waktunya, namun optimalkan kemampuannya hingga kemarin perkara P21,” tutur Rum.

Dia juga menyampaikan, perkara ini bakal segera dilimpahkan ke pengadilan. ” Segera, bisa nanti, besok atau bisa seminggu, ” ucapnya.

Penyelidikan kasus Ahok diawali sejak 6 Oktober 2016 dengan 13 laporan polisi yang masuk. Lalu, penyidik mengambil keputusan untuk menambah status ke tingkat penyidikan pada 16 November 2016 dan memutuskan Ahok sebagai tersangka.

Berkas perkara dilimpahkan pada Jumat lalu dan beberapa hari lalu dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung.

Ahok dinyatakan sebagai tersangka penistaan agama dan dijerat Pasal 156 huruf a KUHP dalam kasus penistaan agama. Hal itu berkaitan dengan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu yang menyinggung Surat Al Maidah ayat 51.

Bila berkas dan tersangka sudah usai dilimpahkan, tim jaksa penuntut umum bakal membuat dakwaan.

Rencananya, Ahok bakal disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369