Home / Kabar Terkini / Indonesia Tidak Butuh Bantuan AS Untuk Memburu Teroris Santoso
Indonesia Tidak Butuh Bantuan AS Untuk Memburu Teroris Santoso

Indonesia Tidak Butuh Bantuan AS Untuk Memburu Teroris Santoso

Berita Terkini – Pemerintah menaggapi dingin pernyataan Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat soal kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah, yang masuk dalam daftar Specially Designated Global Terrorist (SDGT). Bahkan pemerintah AS menghimbau terhdap warganya untuk berhubungan dengan orang-orang dalam daftar itu, serta memberikan mandat bagi aparat untuk melakukan tindakan hukum dirasa aneh oleh Indonesia.

Menteri koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan tidak menggubris pernyataan AS terkait kelompok teroris Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Lhut menegaskan, TNI dan Porli bisa memburu Santoso tanpa ada bantuan dari negara lain.

Luhut Mengakui melumpuhkan kelompok santoso tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Apalagi peperangan terhadap kelompok Santoso dilakukan secara gerilya. Bahkan, Luhut Yakin, tentara Amerika pun tidak akan bisa melumpuhkan gerilyawan dalam waktu singkat.

Pernyataan Menko Luhut bukan sembarangan. Sebab, Indonesia sendiri tercatat memiliki pasukan elite terbaik yang diakui dunia.

Discovery Channel Military pernah mencatat, Komando Pasukan Khusu (Kopassus) dari TNI Angkatan Darat, merupakan salah satu pasukan khusus terbaik di dunia (Top Elite Special Forces In The World).

Kopassus menempati urutan ketiga pasukan elite terbaik dunia. Dua tingkat di bawah pasukan Komando Special Air Services (SAS) dari Inggris, serta (HaMossad leModiin uleTafkidim Meyuchadim) Mossad dari Israel.

Kopassus masuk dalam pasukan khusus terbaik di dunia karena aianggap memmiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan cepatm pengintaian, dan anti teror. Bahkan kemampuan satu orang Kopassus disebut-sebut setara dengan 8 orang TNI.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369