Home / Kabar Terkini / DPRD Mendesak BNN Periksa Kapolres Pelabuhan Belawan Terkait Kasus Suap Polisi
DPRD Mendesak BNN Periksa Kapolres Pelabuhan Belawan Terkait Kasus Suap Polisi

DPRD Mendesak BNN Periksa Kapolres Pelabuhan Belawan Terkait Kasus Suap Polisi

Kabarterkini.biz – Kabar Terkini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Sumatera Utara (Sumut) mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) memerika Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Edy Suwandono, terkait masalah Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Ichwan Lubis yang disangka melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta terima suap dari bandar narkoba bernama Toni.

Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan menuturkan, terlampau naif bila pelanggaran masalah penyuapan dari bandar narkoba dikerjakan hanya oleh AKP Ichwan sendiri.

” Rantai komando polisi itu ketat. Terlebih bila urusan hingga bandar narkoba, mustahil dikerjakan begitu saja oleh Kasat, ” tutur Sutrisno di gedung DPRD Sumut, Medan, Senin (25/4/2016).

Menurut dia, hal terutama dalam pengungkapan masalah itu adalah kemana saja AKP Ichwan memberi aliran dana yang di terima dari bandar narkoba. ” Yang paling utama lalu lintas uang itu mesti ditelusuri. Pengecekan diawali dari Kapolresnya, BNN Pusat mesti selekasnya periksa, ” tutur dia.

Sutrisno menambahkan, Korps Bhayangkara juga diperintah menindak tegas anggota polisi yang bermain dalam masalah narkoba.

” Sebagai bentuk polisi yang menginginkan menegakkan disiplin. Semua orang yang ikut serta dalam permasalahan ini mesti dipecat. Transaksi keuangan (penyuapan) lebih jahat dari pengedar narkoba, ” tegas Sutrisno.

Terpisah, kala di konfirmasi ke Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Edy menyampaikan masalah yang dihadapi AKP Ichwan merupakan masalah pribadi.

” Soal masalah Ichwan itu pribadi dia, dan saat ini masih tetap diperiksa BNN Pusat. Janganlah bawa-bawa Polres Belawan. Jadi mengapa saya yang diperiksa, ” jawab AKBP Edy dengan suara tinggi lewat sambungan telefonnya.

Terlebih dulu, petugas BNN menemukan uang sbesar Rp2, 3 miliar dirumah AKP Ichwan. Uang itu diduga di terima dari bandar narkoba bernama Toni untuk menolong sistem hukum yang sedang diproses.

Sementara dari hasil penyadapan, perwira polisi itu meminta uang Rp8 miliar. Petugas juga mengamankan kurir yang mengantar duit itu untuk AKP Ichwan.

( Kabar Terkini )

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369