Kabar terkini- Liga champions merupakan ajang kompetisi sepakbola terbesar di benua Eropa. Setiap negara ri bagian Eropa mengirimkan prwakilan klub nya untuk berkompetisi memenangkan piala bergengsi tersebut Sehingga tak heran jika seluruh media internasioanl bakal meliput pertandingan tersebut dari awal babak kualifikasi hingga babak final.
Ajang bergengsi Eropa tersebut berlangsung setiap tahunnya, namun pada tahun ini sedikit berbeda karena dunia yang sedang dilanda oleh pandemi. Sejak awal kualifikasi terjadi berbaga perubahan mulai dari tidak diizinkannya penonton untuk hadir di lapangan dan perubahan jadwal.
Dukungan para pecinta bola di lapangan tentunya sangat berpengaruh terhadap performa para pemain di lapangan. Namun, masing-masing klub harus bisa berjuang sendiri dengan dukungan para penonton di rumah masing-masing.
Chelsea Kalahkan M.City 1-0
Hasil final Liga Champion 2021 berhasil dimenangkan oleh klub kebanggaan asal kota London yaitu Chelsea. Kali ini klub yang berhasil masuk final adalah all england dimana kedua finalis berasal dari liga Inggris. Chelsea yang sebelumnya berhasil mengalahkan Real Madrid di babak semifinal kini kembali menunjukkan kualitasnya dengan mengalahkan Manchester City dengan skor 1-0.
Gol semata wayang tersebut berhasil dilesatkan oleh Kai Havertz pada menit ke-42 di Estadio do Dragao, Porto. Meskipun Manchester City masih bisa menyamakan kedudukan atau bahkan berpeluang menjuarai Liga Champion tersebut, namun anak asuh Thomas Tuchel mampu mempertahankan skor hingga peluit berakhir.
The Blues akhirnya merayakan gelar juara UCL kedua mereka sepanjang sejarah. Sementara Manchester City gagal mencetak sejarah untuk meraih gelar UCL pertamanya. Sergio Aguero pun mengakhiri kariernya di The Citizens tanpa gelar Liga Champions. Kemenangan Chelsea atas Manchester City di final UCL 2021 adalah kemenangan ketiga beruntun mereka lawan tim yang sama sepanjang musim ini.
Semuanya dilakukan dalam ajang berbeda, yaitu semifinal Piala FA, EPL, dan kini Liga Champions. 3 kemenangan itu terjadi di era Thomas Tuchel yang baru datang pada pertengahan musim. Sebaliknya, bagi Manchester City, kegagalan di final UCL ini membuat penantian mereka akan gelar Eropa semakin panjang.
Laga final Liga Champions 2021 ini menggambarkan efektivitas Chelsea dalam serangan. Sekaligus titik buruk City, ketika para pemain kunci mereka seperti Kevin De Bruyne, Raheem Sterling, hingga Ilkay Gundogan, justru bermain di bawah standar biasa.
Manchester City yang mengandalkan formasi 4-3-3 pada babak pertama tidak mampu memberikan ancaman yang serius terhadap pertahanan Chelsea yang begitu kokoh di bawah strategi Thomas Tuchel. Sergio Aguero juga tidak masuk dalam starting XI pilihan Pep Guardiola.
The Citizens bermain tanpa penyerang murni, Pep Guardiola mengandalkan Phil Foden, Riyad Mahrez, dan Raheem Sterling di lini depan. Dengan pola demikian, City memang unggul dalam penguasaan bola daripada Chelsea dengan 52,4 persen dibandingkan 47,6 persen.
