Kabar terkini- Kehadiran varian baru virus Corona di Indonesia telah memakan banyak korban jiwa tanpa memandang kalangan dan status sosial. Baru-baru ini Indonesia telah dikategorikan oleh WHO sebagai salah satu negara yang diwaspadai.
Hal tersebut disebabkan oleh jumlah peningkatan kasus positif yang sangat signifikan yaitu bisa mencapai 22 ribu pasien baru dalam satu hari. Adapun varian Delta tersebut telah ditemukan di Jakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga pemerintah telah menerapkan PPKM Darurat hingga tanggal 20 Juli mendatang.
Seiring dengan peningkatan angka kasus positif tersebut, berbagai rumah sakit pun mulai penuh dan tidak memiliki ruangan yang cukup untuk menampung para pasien. Untuk itu, masyarakat dihimbau dapat mematuhi peraturan yang telah diputuskan oleh pemerintah pusat maupun setempat.
Bupati Bekasi Meninggal Akibat Covid-19
Kabar buruk kali ini datang dari pemerintah kabupaten Bekasi yakni Bupati EkaSupria dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dirawat secara intensif di Rumas Sakit Permata Bekasi dan RS Siloam. Namun akibat ruang ICU yang penuh, almarhum Bupati tersebut terpaksa dilarikan ke Tangerang.
Setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Siloam, kondisinya sempat membaik, tetapi takdir berkata lain. Berikut kronologi kondisi kesehatan Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja dari mulai terkonfirmasi Covid-19 hingga meninggal dunia.
Bupati Eka diketahui melakukan kegiatan terakhir kalinya pada tanggal 26 juni pada saat pembukaan pelatihan Pelatihan Penanganan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 yang dilaksanakan secara virtual. Dalam pelatihan ini, ia mengajak relawan dan semua lapisan masyarakat untuk membantu pemerintah dalam menangani Covid-19.
Bupati Bekasi tersebut dinyatakan positif Covid -19 setelah kondisi kesehatan Eka turun dan dicek trombositnya sempat drop. Dokter di RS Permata Bekasi pun menduga Eka terkena demam berdarah. Namun, setelah dilakukan swab antigen, ternyata hasilnya reaktif. Eka pun menjalani pemeriksaan PCR dan terkonfirmasi positif Covid-19.
Kondisi Bupati Eka semakin parah akibat memiliki komorbid hipertensi. Saturasi oksigen Eka juga sempat turun sehingga harus mendapat perawatan intensif ruang ICU. Selanjutnya, Bupati Eka dipindah ke Rumah Sakit Siloam, Kelapa Dua, Tangerang, karena tidak mendapatkan ICU di rumah sakit sekitar Kabupaten Bekasi.
Meskipun telah mendapatkan perawatan yang memadai dan keadaanya sempat membaik, namun Bupati Bekasi Eka dikabarkan meninggal dunia pada pukul 21.30 WI. Kepala Sub-Bagian Komunikasi Pimpinan pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bekasi Ramdhan Nurul Ikhsan membenarkan informasi mengenai kabar duka tersebut.
