Anies Berjanji Akan Menutup Lokasi Prostitusi dengan Pedoman Perda

Kabar Terkini – Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan berjanji akan menutup lokalisasi berpraktik prostitusi yang terdapat di Ibukota jika dia terpilih menjadi Gubernur. Dasar rencananya yaitu peraturan daerah (perda) yang melarang prostitusi. Dia akan bekerja dengan perda yang berisikan melarang prostitusi.

Itu merupakan perda yang ada dalam agenda kerjanya. Jadi ini bukanlah kemauan Anies, aspirasi Anies, ini perdanya sudah tercantum. Saya akan melaksanakan perda tersebut. Perda yang dimaksud Anies adalah Perda Provinsi DKI Jakarta No 8 Tahun 2007. Larangan prostitusi tercatat pada Pasal 42, 43, dan 44. Anies akan melaksanakan perda tersebut tanpa pandang bulu.

Anies mengatakan dia akan melaksanakan perda dan tidak akan pandang bulu. Ini yang menjadi masalah, karena kalau kita bekerja sering tidak melihat sebenarnya ini ada perdanya tidak. Prostitusi yang dilihat Anies merupakan masalah perdagangan manusia (human trafficking). Dia akan membuat dan membenarkan sistem pelaporan untuk kasus tersebut.

“Kita mesti melihat sebagai masalah human trafficking terhadap masalah prostitusi. Salah satu contohnya mengenai pendataan lalu lintas, kita lihat pendataannya saja belum ada. Apabila ada orang yang memiliki masalah, dan mereka ada problem dengan persoalan human trafficking, melapor ke polisi tentu tidak merasa nyaman,” tutur Anies.

Maka itu, pihaknya berencana membuat satuan tugas (gugus) yang khusus untuk menerima laporan-laporan kekerasan dan kegiatan prostitusi. Anies juga menjelaskan, gugus penanggulangan kekerasan ini nantinya akan diarahkan untuk menerima laporan-laporan dari korban ataupun orang yang menyaksikan praktik prostitusi itu.

Posted by sevenadmin