Akhirnya KPK Kembali Berhasil Menangkap Koruptor, Kali ini Bupati Bogor

Kabar terkini- Meski awalnya KPK sempat kehilangan kepercayaan dari publik, namun perlahan KPK mulai menunjukkan efektifitasnya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) dan menangkap Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin atau Ade Yasin pada Rabu dinihari.

Dalam operasi itu, para penyidik KPK juga menangkap beberapa pihak dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat. Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, mengatakan, penangkapan terhadap Ade Yasin dilakukan terkait dugaan tindak pidana suap.

Adapun kegiatan tangkap tangan ini dilakukan karena ada dugaan tindak pidana korupsi pemberian dan penerimaan suap. Menurut Ali, dalam operasi itu penyidik KPK juga menyita sejumlah uang serta barang bukti lain. Ali mengatakan KPK saat ini masih memeriksa pihak-pihak yang ditangkap tersebut dan akan menetapkan status mereka dalam waktu 1×24 jam.

KPK Tangkap Bupati Bogor

Berdasarkan keterangan yang diberitakan,  Bupati bogor tersebut, Ade lahir pada 29 Mei 1968. Dia menjabat sebagai Bupati Bogor sejak 30 Desember 2018. Ade merupakan adik kandung dari mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin. Sang kakak juga ditangkap dalam OTT KPK pada 2014 akibat kasus suap tukar menukar lahan dengan PT Bukit Jonggol Asri (BJA).

Selain itu, Rachmat juga terbukti bersalah dalam perkara gratifikasi untuk kepentingan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bogor pada 2013 dan Pemilu 2014. Sebelum terjun ke dunia politik, Ade Yasin merupakan seorang advokat. Dia mengawali karir politiknya sebagai kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), mengikuti jejak sang kakak.

Dia pernah terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor dari Fraksi PPP periode 2014 sampai 2018. Ade kemudian menggandeng Iwan Setiawan sebagai calon bupati dan calon wakil bupati untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor pada 2018.

Pasangan bernomor urut 2 yang diusung oleh PPP, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Partai Gerindra itu kemudian menang dalam Pilkada menggantikan bupati sebelumnya, Nurhayanti. Pasangan itu meraih suara 912.221 atau 41,12 persen mengalahkan empat pasangan calon lainnya.

Dengan adanya berita penangkapan ini, KPK berharap lewat program OTT ini dapat memberikan efek jera pada para pejabat negara yang hendak melakukan kegiatan tak terpuji seperti korupsi dan sejenisnya yang merugikan negara. Untuk saat ini, belum diketahui secara pasti total kerugian negara akibat korupsi tersebut.