Anak Monyet Diselundupkan dalam Koper, Terbongkar Lewat Pemeriksaan X-Ray di Bandara Juanda

Kabar Terkini- Petugas keamanan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, menggagalkan upaya membawa seekor anak monyet ekor panjang secara tersembunyi di dalam koper penumpang. Satwa tersebut diketahui setelah petugas melakukan pemeriksaan menggunakan mesin X-ray di area Terminal 1.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 13 September 2026. Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Airport Security (Avsec) bersama petugas Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Jawa Timur.

Kecurigaan bermula ketika petugas melihat bentuk tidak lazim pada hasil pemindaian salah satu koper. Dari gambar X-ray, terlihat indikasi adanya benda yang diduga merupakan hewan hidup di dalam bagasi tersebut.

Anak Monyet Diselundupkan dalam Koper

Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memanggil pemilik koper. Penumpang yang bersangkutan diketahui berinisial MFS dan tercatat sebagai penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT-780 tujuan Surabaya-Makassar. Meski pengumuman telah disampaikan agar pemilik koper segera melapor, penumpang tersebut tidak datang untuk memberikan keterangan maupun menyerahkan satwa yang dibawanya.

Hingga tahapan boarding berlangsung, koper tersebut tetap tidak diambil atau dilaporkan secara sukarela. Petugas akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap isi koper. Di antara tumpukan pakaian, ditemukan sebuah kardus berukuran kecil yang dibungkus menggunakan plastik berwarna hitam. Saat dibuka, petugas mendapati seekor anak monyet ekor panjang atau Macaca fascicularis berada di dalamnya.

Cara penyimpanan satwa tersebut diduga sengaja dibuat agar keberadaannya tidak mudah diketahui. Kardus berisi monyet diselipkan di antara pakaian sehingga tersamarkan dari pemeriksaan biasa. Kardus tersebut juga diketahui merupakan bekas kemasan makanan cepat saji. Setelah ditemukan, anak monyet itu langsung diamankan dan diserahkan kepada petugas Karantina Hewan BKHIT Jawa Timur.

Satwa tersebut selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan dan serangkaian tindakan karantina. Dokter hewan karantina mengambil sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan satwa sekaligus mengidentifikasi kemungkinan adanya penyakit hewan menular.

Salah satu penyakit yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan adalah rabies. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan status kesehatan satwa sebelum menentukan penanganan berikutnya. Kasus tersebut menjadi perhatian karena membawa satwa hidup melalui jalur penerbangan memerlukan prosedur dan ketentuan tertentu.