Kabar terkini- Setelah sempat ra main diperbincangkan oleh dunia termasuk Indonesia, akhirnya konflik Israel-Palestina mulai meredup setelah adanya kesepakatan gencatan senjata. Konflik berdarah yang disebabkan oleh penertiban warga Palestina yang mengadakan ibadah sholat di mesjid Al-Aqsa.
Gencatan senjata tersebu tak serta merta kedua negara berdamai, namun hanya untuk saling menghentikan serangan karena dapat melukai warga sipil yang telah menelan banyak korban. Kalau konflik terus dilangsungkan maka bisa membunuh warga sipil dan anak-anak lebih banyak lagi.
Seorang pejabat senior Hamas, bernama Khalil al-Hayya, dalam pidatonya di Jalur Gaza mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata adalah wujud kemenangan mereka dalam perlawanan terhadap Israel.
Gencatatan Senjata Israel-Palestina
Setelah Hamas berulang kali meluncurkan senjata roketnya menuju wilayah pemukiman Israel, kini kelompok militan tersebut mendesak Israel untuk melakukan gencatan senjata. Hal tersebut pun dimungkinkan dengan campur tangan negara-negara Arab lainnya khususnya Mesir yang turut ambil andil.
Setelah IDF beberapa hari melakukan serangan balasan dan hendak menghancurkan Hamas, namun seperti dikabarkan bahwa Israel belum menemukan tempat persembunyian pimpinan Hamas.
Al-Hayya menyebut Israel gagal menghancurkan infrastruktur tempur Hamas. Dia menyatakan para milisi Hamas saat ini masih siaga di sejumlah terowongan yang belum ditemukan oleh pihak Israel. Gencatan senjata tersebut dianggap sebagai kemenangan sebelah pihak oleh Palestina.
Para penduduk jalur Gaza gembira menyambut kesepakatan tersebut dan ramai-ramai mereka turun ke jalan dengan bersorak dan meneriakkan takbir, setelah sebelas hari diliputi rasa takut dari serangan balasan Israel.
Sedangkan Israel dalam pernyataannya mengatakan kampanye udara mereka telah membuat pencapaian signifikan dan beberapa di antaranya belum pernah terjadi di Gaza, wilayah yang diblokade Israel sejak 2007 atau sejak dipimpin Hamas.
Pernyataan yang dikeluarkan kabinet Israel sebelumnya menyebutkan bahwa gencatan senjata itu diusulkan oleh Mesir dan akan berlaku secara mutual tanpa syarat. Kabar ihwal kesepakatan gencatan senjata tersebut mendapatkan pujian dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden.
Sebelumya AS telah menyelenggarakan tawaran damai lewat mediasi yang bakal diprakarsai oleh Mesir, Qatar, dan PBB. Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang sebelumnya menghadiri pertemuan dengan para pejabat tinggi keamanan menjanjikan akan mencapai tujuan kampanye militer yakni pemulihan ketenangan dan keamanan bagi warga Israel.
Dalam sebelas hari belakangan ini, serangan udara dan baku tembak terjadi antar Israel dan kelompok militan bersenjata Hamas di Palestina yang mengakibatkan ratusan korban tewas dari warga sipil dan kerusakan perumahan dan fasilitas publik.
Jumlah penduduk di Jalur Gaza yang tewas dalam peperangan antara Israel dan kelompok milisi Palestina hingga Jumat (21/5) tercatat mencapai 232 orang, 65 di antaranya anak-anak. Sementara penduduk Gaza yang luka-luka mencapai 1.900 orang.
Sedangkan jumlah korban tewas dari pihak Israel akibat serangan roket milisi Palestina dari Jalur Gaza tercatat sebanyak 12 orang dengan ribuan warga terpaksa mengungsi ke kamp anti roket.