Kemendikbud Mewajibkan Semua Guru Untuk Divaksin Sebelum Mulai Sekolah

Kabar terkini- Hampir genap satu setengah tahun virus corona telah mempengaruhi sistem pendidikan di tanah air. Hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya seperti harus bersekolah dari rumah pun menjadi hal yang rumlah sata ini.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tak memiliki pilihan selain meliburkan semua sekolah mulai dari tingkat TK hingga perkuliahan. Akibatnya, baik anak didik maupun para guru tak sedikit yang mengamali kesulitan untuk menyesuaikan kelas online.

Menteri pendidikan Nadiem pernah merencanakan akan memulai sekolah pada bulan Mei, namun karena kasus covid-19 masih cukup tinggi di Indonesia sehingga rencana tersebut diundur hingga bulan Juli mendatang. Baru-baru ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) menyatakan tak harus menunggu Juli untuk bisa memulai sekolah tatap muka.

Guru Wajib Vaksin Sebelum Sekolah Mulai

Beberapa sekolah telah menerapkan jadwal sekolah bertahap untuk menghindari kerumunan. Hal ini karena himbauan pemerintah untuk tetap mengadakan kelas online. Sepertinya dalam waktu dekat ini, sekolah sudah bisa melakukan kelas tatap muka dengan syaat bahwa semua guru wajib menerima vaksin.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Pauddasmen), Jumeri mengatakan begitu bapak ibu guru sebagian besar atau seluruhnya sudah divaksinasi, segera buka opsi tatap muka terbatas.

Bagi guru yang sehat dan layak divaksinasi tetapi menolak, kita serahkan ke pemda untuk mengambil tindakan. Namun bagi guru yang tidak dapat divaksinasi akibat riwayat kesehatan tetap diperbolehkan mengajar dari rumah atau secara online.

Jumeri juga mengatakan meski sekolah sudah memulai pembelajaran tatap muka, orangtua memiliki hak untuk menentukan apakah anak boleh belajar ke sekolah atau tetap belajar daring dari rumah atau dengan kata lain opsi sekolah tatap muka tidak diwajibkan pada anak didik.

Orangtua yang belum mantap anaknya berangkat ke sekolah, dipersilakan untuk mengikuti pembelajaran jarak jauh. Bagi sekolah yang sudah tatap muka pun, jumlah peserta didik yang hadir maksimal setengahnya dan tetap protokol kesehatan yang ketat.

Terkait kesiapan pembelajaran tatap muka terbatas, pemerintah telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Jumeri mengingatkan tatap muka terbatas di semua sekolah diperbolehkan hanya jika sekolah sudah memiliki persiapan sesuai dengan ketentuan yakni vaksinasi para guru.

Kemendikbud juga menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang menerima peserta didik baru, wajib mengisi blangko kesiapan melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka terbatas. Selain itu, pihak sekolah juga harus membentuk satuan tuga penanganan covid-19 untuk bertanggungjawab pada ruang isolasi dan alat-alat sanitasi seperti air, alat pengukur suhu tubuh, dan memastikan kebersihan sekolah.

Posted by userlogin