Home / Kabar Terkini / 6 Terluka Akibat Bom Bunuh Diri Di Medan
6 Terluka Akibat Bom Bunuh Diri Di Medan

6 Terluka Akibat Bom Bunuh Diri Di Medan

Kabarterkini.biz – Seorang pembom bunuh diri berusia 24 tahun meninggal. Sementara enam orang terluka ketika dia meledakkan dirinya di markas polisi di kota Medan, Indonesia pada hari Rabu (13/11), kata juru bicara kepolisian nasional Dedi Prasetyo.

Dalam sebuah pengarahan media pada Rabu sore, Dedi mengatakan bahwa pria kelahiran Medan, yang berinisial RMN, diidentifikasi berdasarkan sidik jari.

“Penyerang telah diidentifikasi. Berdasarkan penyelidikan awal kami, ia merupakan pembom independen,” kata Dedi kepada wartawan.

Pemboman terjadi pada hari Rabu pagi ketika pelaku diduga masuk ke kompleks sekitar jam 8.40 pagi waktu Singapura (09.40 pagi waktu Singapura) setelah pengarahan polisi pagi dan kemudian meledakkan dirinya di tempat parkir dekat sebuah gedung tempat sertifikat izin yang dikenal sebagai SKCK, sedang diproses.

“Kami masih belum tahu apakah itu ledakan tinggi. Tim ini bekerja dengan Inafis (Sistem Identifikasi Sidik Jari Otomatis Indonesia) dan laboratorium forensik untuk memeriksa tempat kejadian perkara, ”kata juru bicara kepolisian nasional lain Inspektur Jenderal Muhammad Iqbal sebelumnya.

Dia menambahkan bahwa pelaku bom bunuh diri itu terbunuh. Menurut laporan, lima polisi dan satu warga sipil terluka dan beberapa kendaraan rusak.

Semua korban dibawa ke rumah sakit polisi, lapor media setempat. Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara.

Polisi dan pasukan anti-terorisme Detasemen Khusus 88 (Densus 88) sedang menyelidiki insiden tersebut, termasuk melihat kelompok mana yang mungkin berada di belakang serangan itu.

Baca Juga: Bayi Merah Ditemukan Terkubur Hidup-Hidup

Polisi sedang menyelidiki tiga anggota keluarga pelaku bom bunuh diri, termasuk sepupunya, dan mulai memeriksa kegiatan pembom itu setelah tidak menemukan apa-apa ketika menggeledah rumah orangtuanya di desa Sei Putih Barat di kecamatan Medan Petisah di Medan, kata Sumatera Utara juru bicara polisi Tatan Dirsan Atmaja.

RMN digunakan untuk menjadi pengemudi di layanan perjalanan memanggil, tambahnya.

“Afiliasinya setelah berhenti dari layanan naik memanggil masih belum diketahui,” katanya kepada wartawan di Medan.

Sepupu RMN, Maya, yang hanya menggunakan satu nama, mengatakan bahwa lelaki itu telah pindah ke rumah mertua di kecamatan lain setelah menikah tahun lalu. Dia menggambarkannya sebagai “pria baik” yang pernah bekerja sebagai penjual bakso panggang seluler.

Sejumlah saluran televisi Indonesia menunjukkan cuplikan orang yang bergegas keluar dari gedung-gedung di sekitar kantor pusat.

Saksi mata mengatakan kepada media setempat bahwa mereka mendengar ledakan keras dan melihat kepulan asap putih ketika mereka bergegas keluar dari gedung.

Seorang saksi bernama Lila Mayasari mengatakan kepada kantor berita MetroTV bahwa dia sedang mengantre untuk mengurus dokumen di dalam kantor polisi ketika dia mendengar ledakan keras.

“Ada ledakan. Aku merasa seperti terangkat dari tanah, seperti ada gempa bumi. Itu keras dan kemudian saya melihat asap putih. Saya panik dan berteriak ‘Bom!’ Semua orang panik dan mulai berlari,” katanya.

Satu sumber polisi yang menolak disebutkan namanya mengatakan bahwa pelaku berjalan ke dalam kompleks setelah pengarahan di sana, dan salah satu petugas polisi, Komisaris Polisi Abdul Mutolip, mencoba mengejar pria itu, yang mengenakan jaket dinas naik-memanggil dan membuat “Gerakan mencurigakan”.

Pria itu meledakkan bom di lokasi sebelum Abdul dapat menghubunginya, kata sumber itu.

Sumber itu juga menambahkan bahwa serpihan dapat ditemukan di dekat warung makan sekitar 200 meter dari markas polisi.

Polisi, dengan bantuan anjing pelacak, berusaha menemukan bahan peledak yang mungkin menyebar di lokasi.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369