Kabar terkini- Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya memang terbilang jauh jaraknya secara geografis dengan Rusia maupun Ukraina. Namun, Invasi yang dilancarkan oleh Rusia tentunya menarik perhatian semua negara, termasuk Indonesia.
Adapun saat ini yang telah mengeluarkan pernyataan dari negara ASEAN adalah Singapura dan Indonesia yang mengutuk pelanggaran Rusia atas integritas teritorial Ukraina pada Kamis (24/2), setelah Kremlin menginvasi wilayah bekas Uni Soviet itu.
Sebagian besar negara Asia Tenggara lainnya tidak memberikan tanggapan atas agresi tersebut. Pasukan Rusia menyerbu Ukraina pada Kamis pagi dalam apa yang disebut oleh kepala urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell di Twitteer yang menyatakan diantara masa-masa tergelap di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Invasi Rusia ke Ukraina
Rudal Rusia menghujani sejumlah sasaran di Ukraina di mana pada saat yang sama regu-regu pasukan Kremlin masuk melintasi perbatasan Ukraina di tiga sisi, demikian. Sedikitnya 40 tentara Ukraina tewas. Hingga saat ini, invasi masih berlanjut.
Singapura menyatakan “sangat prihatin” atas keputusan Rusia tentang apa yang disebutnya “operasi militer khusus” di wilayah Donbas, Ukraina. Selain itu, Singapura mengutuk keras invasi tanpa alasan ke negara berdaulat dengan dalih apa pun.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Indonesia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jakarta prihatin dengan “eskalasi konflik bersenjata di Ukraina” karena membahayakan rakyat dan perdamaian di kawasan Asia. Indonesia ingin menegaskan agar ditaatinya hukum internasional dan piagam PBB mengenai integritas teritorial suatu negara.
Presiden Indonesia Joko Widodo dalam unggahannya di Twitter – tanpa merujuk ke Rusia atau Ukraina, menulis, “Setop perang. Perang itu menyengsarakan umat manusia, dan membahayakan dunia. Duta Besar Ukraina untuk Indonesia mendesak Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara untuk lebih keras mengecam Rusia.
Sebagai salah satu negara demokrasi terbesar Ukraina mengharapkan Indonesia, seperti negara lainnya di dunia, memberlakukan sanksi dan juga memberikan kritikan yang dalam dan mengecam agresi Rusia. Indonesia yang saat ini menjabat sebagai presiden G20 dianggap memiliki peran jika memberlakukan sanksi ekonomi pada Rusia.
