Sri Mulyani Menjelaskan Kondisi Utang RI Dibandingkan Negara Lain

Sri Mulyani Menjelaskan Kondisi Utang RI Dibandingkan Negara Lain

Kabar Terkini – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan memberikan penjelasan kepada para peserta kuliah umum yang mayoritas merupakan mahasiswa, mengenai pengelolaan utang negara. Sri Mulyani menceritakan tentang banyaknya masyarakat yang risau atas peningkatan utang. Menurutnya, apabila dibandingkan dengan Gross Domestic Product (GDP), posisi defisit yang ditambal utang Indonesia bisa dikatakan masih sehat.

Sri Mulyani yang berada di Kampus Undip, Semarang, Kamis (16/02/2017) menyebutkan dalam satu dekade terakhir, kita selalu dalam posisi defisit. Rata-rata defisit kita 1,5% dari GDP, rata-rata jumlah penerimaan kita dibandingkan belanja. Apakah Indonesia mau terus menerus berutang? Tentunya tidak mau. Perancis yang dalam 10 tahun terakhir rata-rata utangnya mencapai 4,4% dengan pertumbuhan ekonomi cuma 0,9%, sedangkan India dengan utang 7,7% dna pertumbuhan 7,5%.

Adapun posisi utan per kapita Indonesia bisa dikatakan lebih rendah dibandingkan negara lainnya. Indonesia masih memiliki modal untuk membuat APBN yang sehat. Utang per kapita Indonesia masih kecil. US$ 997 per kepala. Sedangkan Jepang memiliki utang per kapita US$ 85.635.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut juga membandingkan rasio utang terhadap GDP, yang juga mmeperlihatkan posisi utang Indonesia yang termasuk masih sehat. DIbandingkan dengan rasio utang pada beberapa negara. Tahun 2016 Indonesia dari 32% menjadi 28%. Jepang total utang 2,5 kali lipat dari jumlah ekonominya sebab di Jepang menghadapi situasi penduduk tua. Masyarakat Indonesia terbilang masih muda dan utang rendah.