Seorang Wanita Terpaksa Dilumpuhkan Karena Nekat Menyerang Mabes Polri Dengan Pistol

Kabar terkini- Semenjak tragedi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makasaar beberapa hari lalu, Pihak Kepolisian melalui Densus 88 gencar mencari dalang dibalik aksi teror bom tersebut.

Sejauh ini Kepolisian telah meangkap puluhan orang yang diduga anggota teroris yang sama dengan pelaku bom bunuh diri di Makasar.

Saat Densus 88 sibuk mencari para pelaku teror di luar, tak disangka-sangka seorang wanita berkerudung tertutup memasuki wilayah Mabes Polri dan mulai menembaki petugas dengan sebuah pistol ditangannya.

Nekat Serang Mabes Polri

Tepatbta Mabes Polri Tangerang baru saja mengalami kecolongan dengan membiarakan seorang wanita bersenjata memasuki wilayah tersebut. Akibatnya seorang wanita tersebut melakukan aksinya dengan menodong pistol kepada petugas yang berada ditempat.

Aksi berbahaya oleh wanita tersebut berhasil direkam oleh cctv yang saat ini telah tersebar di berbagai sosial media. Oleh karena ini pihak Kepolisian saat ini tengah memperketat pengamanan.

Wakapolres Tangerang Selatan Komisaris Stephanus Luckyto mengatakan peningkatan pengamanan itu adalah instruksi Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran.

Luckyto menyikapi situasi usai teror di Mabes Polri tersebut, dengan menambah jumlah personel pengamanan di Polres Tangerang Selatan yang dilengkapi dengan perlengkapan kepolisian.

Adapun seluruh personel yang berjaga dilengkapi dengan helm, rompi anti peluru dan beberapa senjata api yang dipergunakan apabila dihadapkan dengan situasi yang tidak menentu yang bertujuan untuk melumpuhkan.

Selain itu pihak kepolisian juga tengah menentukan jarak pariemeter antara mako polres dengan luar mako untuk menghindari kejadian yang serupa. ditambah lagi adanya patroli yang lebih ketat dan pemeriksaan barang bawaan.

Kepala Polri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, setelah memastikan identitas, pihaknya langsung melakukan penelusuran profil pelaku yang menemukan hasil bahwa pelaku yang berinisial ZA dikategorikan sebagai lone wolf atau pelaku yang bergerak melakukan aksinya sendiri.

Penemuan lainnya dari sosial media ZA adalah unggahannya di Instagram yang baru diunggahnya sekira 21 jam sebelum melakukan aksinya. Postingan tersebut berisikan tentang bendara ISIS dan tulisan soal jihad.

Posted by userlogin