Polisi Menahan Rizieq Shihab Untuk Memudahkan Penyidikan

Berita terkini- Setelah dua kali mungkin dari panggilan polisi, akhirnya pentolan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab menyerahkan diri pada Polda Metro Jaya.

Kabarnya Rizieq akan ditahan oleh pihak kepolisian di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya untuk 20 hari kedepan.

Rizieq mulai menjalani masa tahanan sementara sejak tanggal 12 Desember hingga tanggal 31 Desember nanti.

Alasan Rizieq Ditahan

Pihak kepolisian Metro Jaya menjelaskan ada dua alasan penahanan Rizieq Shihab, yaitu alasan objektif dan subjektif.

Untuk alasan objektifnya Rizieq Shihab terancam hukuman diatas lima tahun penjara karena kasus kerumunan yang diciptakannya pada masa pandemi.

Sementara alasan subjektifnya adalah untuk memudahkan proses pemeriksaan terhadap dirinya.

Pasalnya, ada intensi dari para pengikutnya untuk menghalang-halangi pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya.

Baru-baru ini pihak kepolisian dikabarkan diserang oleh sekelompok oknum yang dianggap pengikut Rizieq Shihab.

Dalam kejadian tersebut polisi terpaksa melumpuhkan kelompok tersebut yang mengakibatkan 6 korban jiwa pada pihak yang menyerang polisi.

Selain itu, polisi juga menahan Rizieq Shihab untuk memastikan dirinya tidak mengulangi perbuatannya.

Ternyata bukan hanya Rizieq saja yang dijadikan sebagai tersangka dalam kasus kerumunan ini.

Pihak kepolisian Metro Jaya juga menetapkan lima orang tersangka lainnya yaitu Haris Ubaidillah, Ali Alwi Alatas, Maman Suryadi, Ahmad Shabri Lubis dan Idrus.

Namun, kelima orang tersebut belum satupun menyerahkan diri pada kepolisian.

Kuasa Hukum Rizieq

Tim kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar mendampingi kliennya pada saat menyerahkan diri pada Polda Metro Jaya.

Aziz juga menegaskan bahwa kabar mengenai kliennya yang berusaha melarikan diri dari proses hukum tidaklah benar.

Bahkan, Rizieq Shihab menyerahkan diri karena mendukung dan ingin mempercepat proses hukum yang menjerat dirinya.

Meskipun demikian, tim kuasa hukum Rizieq Shihab akan tetap mengajukan praperadilan atas penetapan kliennya sebagai tersangka.

Aziz mengatakan bahwa penangkapan dan penahanan Rizieq Shihab adalah diskriminasi dan tindakan kriminalisasi ulama.

Pasalnya, tidak ada penahanan terhadap pihak-pihak yang mengadakan kerumunan pada saat kampanye pilkada.

Selain itu, Aziz menambahkan bahwa kliennya sudah diberikan sanksi berupa denda Rp 50 juta oleh pemerintah setempat karena melanggar protokol kesehatan.

Posted by userlogin