Home / Kabar Terkini / Polda Metro Tangkap Tiga Pengedar Video Porno Gay Anak di Medsos
Polda Metro Tangkap Tiga Pengedar Video Porno Gay Anak di Medsos

Polda Metro Tangkap Tiga Pengedar Video Porno Gay Anak di Medsos

Kabar Terkini – Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya kembali mengungkap kasus pornografi anak di bawah umur. Para pelaku mengedarkan konten pornografi di medsos dengan objek anak-anak gay.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyebutkan, kasus tersebut terbongkar usai pihaknya menerima informasi masyarakat terkait maraknya konten pornografi anak di bawah umur di medsos Twitter.

“Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya kemudian membentuk Satuan Tugas khusus dengan melaksanakan Operasi Nataya III untuk menindak lanjuti informasi itu,” sebut Argo saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (16/09/2017).

Pornografi terhadap anak di bawah umur ini ditawarkan dalam 3 akun Twitter yaitu @VGKSale, @febrifebri745 dan @freeVGK69. Ketiga akun Twitter ini dijalankan oleh tiga tersangka yaitu YUL (19), HER alias UHER (30) dan IK (30).

“Tiga pelaku yang merupakan admin telah ditangkap dan kasusnya masih dalam pengembangan terus,” tambah Argo.

Dalam kesempatan yang sama, Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Adi Deriyan menyebutkan, Operasi Nataya III ini merupakan operasi lanjutan dari Operasi Candy I dan Candy II dengan sasaran operasi adalah pornografi anak yang marak terjadi di medsos.

Polda Metro Jaya menjalin kerjasama dengan Federal Bureau Investigation (FBI) dan juga Homeland Security. “Dari join investigation itu kami memperoleh informasi ada aplikasi yang menawarkan gambar VGK (Video Gay Kids). Jadi dalam akun itu ditampilkan baik video ataupun konten image hubungan seksual antara laki-laki dengan anak laki-laki,” terang Adi.

Dari hasil penyelidikan dan kerjasama yang intens tersebut, penyelidik akhirnya mengamankan ketiga tersangka di tiga lokasi berbeda di Purworejo, Jawa Tengah, Garut dan Bogor, Jawa Barat. Para pelaku memperjual-belikan konten pornografi anak melalui akun Twitter tersebut dan kemudian menerima bayaran dari pembeli dengan cara transfer via rekening.

“Dari ketiga pelaku ini mereka sering bertransaksi memakai Twitter dalam komunikasi dan menawarkan, apabila ada yang tertarik orang tersebut transfer atau memberikan pulsa ke pelaku,” ujar Adi. (Kabar Terkini)

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369