Home / Kabar Terkini / Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster dari Banyuwangi
Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster dari Banyuwangi

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Bayi Lobster dari Banyuwangi

Kabar Terkini – Kepolisian bongkar kasus dugaan penyelundupan 30.000 baby lobster (benur). Benur itu didapat dari wilayah Kabupaten Banyuwangi, dan rencananya dijual ke luar negeri lewat Jakarta.

“Kita mengamankan sekitar 30.000 baby lobster, serta 8 tersangka,” ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di mapolda, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (28/07/2019).

Pengungkapan kasus dugaan penyelundupan benur di wilayah Jatim ini telah berulang kali. Bahkan, pelaku melakukan berbagai cara untuk mengelabuhi petugas.

Beberapa waktu lalu, ada yang melakukan penyelundupan benur dengan memakai truk. Kali ini, anggota Subdit IV/Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur yang dipimpin AKBP Rofik, membongkar jaringan penyelundupan benur dari Banyuwangi ke Jakarta, dengan cara estafet.

“Modusnya, pelaku berpindah-pindah mobil mengangkut baby lobster, dari satu kota ke kota lainnya, untuk mengelabuhi kepolisian,” sebutnya.

Kepolisian yang memperoleh informasi adanya dugaan penyelundupan benur dari wilayah Banyuwangi, terus melakukan penyelidikan. Kemudian melakukan pengejaran dan mengikuti perjalanan mobil Toyota Avanza yang diduga membawa ribuan benur.

Pelaku akhirnya diciduk, saat mau memindahkan 30.000 benur jenis mutiara yang dibungkus dalam plastik dan disimpan di sterofoam dan kardus, di wilayah Balung, Kabupaten Jember.

“Tipe dan warna mobil yang dipakai sama, tujuannya untuk mengelabuhi kepolisian. Tapi sepandai-pandainya mereka, kami selalu mewaspadai pelaku dan mengikuti perkembangan di lapangan,” tambahnya.

Di Balung, Jember, kedua mobil Avanza diamankan beserta 8 tersangka dengan inisial MS, MD, MY, MR, AS, IR, NJ, JM beserta 30.000 benur. Kepolisian mengembangkan kasus ini dan menangkap lagi tiga tersangka dengan inisial AF, IS, HL di wilayah Rembang, Jawa Tengah.

“Para pelaku ini masih bawahan, suruhan. Dibilang kasihan, ya kasihan mereka, karena yang menikmati hasilnya lebih besar yaitu bandarnya. Tapi bagaimana lagi, mereka juga turut serta membantu pengiriman benur. Dan kami tetap fokus untuk mencari siapa bandarnya,” jelasnya.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369