Pesawat Sriwijaya SJ-182 Jatuh Di Kepulauan Seribu

Berita terkini- Pada hari minggu kemarin, Indonesia kembali berkabung karena salah satu pesawat Sriwijaya diduga jatuh di Kepulauan Seribu.

Pesawat Sriwijaya dengan nomor SJ-182 berangkat dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak, Kalimantan pada hari minggu pukul 14:40.

Menurut data penerbangan, Pesawat Sriwijaya SJ-182 jatuh diantara pulau Laki dan pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Kronologi Jatuhnya SJ-182

Berdasarkan Automatic Dependent Surveillance–Broadcast (ADS–B), pesawat SJ-182 telah dioperasikan sejak 13 Mei 1994 (26,8 tahun yang lalu).

SJ-182 lepas landas dari Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta pada pukul 07:35 UTC atau setelah dikonversikan menjadi pukul 14.35 WIB.

Setelah itu, pesawat mulai berbelok ke arah kanan dan mendaki di ketinggian 10.175ft, ketika melintasi garis pantai pada 14:39 WIB.

Kemudian, Pesawat rute Jakarta ke Pontianak tersebut berbelok tajam ke arah kanan dan perlahan ketinggian serta kecepatannya menurun dalam hitungan detik.

SJ-182 sebelumnya merupakan pesawat yang digunakan oleh Continental Airlines dan United Airlines , mencapai kecepatan tertingginya selama penerbangan.

Namun, dengan kecepatan tertinggi  justru pesawat SJ-82 tersebut terbang rendah sekali, hanya 250ft.

Menteri Perhubungan, Budi menuturkan bahwa sebelum SJ-182 hilang kontak, pesawat tersebut telah diizinkan terbang pada ketinggian 29.000 kaki.

Namun Pesawat Sriwijaya Air SJ182/SJY182, justru terbang merendah. Petugas Air Control Tower (ATC), kata Budi, langsung menangkap kejanggalan kondisi pesawat ketika pesawat bergerak di luar jalur.

Setelah kejanggalan tersebut, tidak lama kemudian pesawat hilang kontak dan mereka menghubungi Basarnas, bandara tujuan, dan instansi terkait.

Kepala Basarnas, Marsekel Madya dan pihak TNI mengkonfirmasi bahwa oihaknya menerima bahwa adanya pesawat yang hilang kontakpada pukulb14:55.

Pasukan Elite TNI Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan TNI Angkatan Udara langsung dikerahkan untuk membantu Basarnas mencari keberadaan SJ-182.

Tim Basarnas sejauh ini sudah menemukan beberapa puing yang diduga dari Sriwijaya Air SJ182/SJY182.

Kemudian, puing-puing tersebut dimasukkan ke dalam beberapa kantong untuk hasil penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan data penumpang  pesawat SJ-182 membawa penumpang 6 Awak & 56 Penumpang dewasa.

Bupati Kepulauan Seribu Junaedi menduga, bahwa pesawat Sriwijaya Air jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan.

Adapun informasi awal yang diterima lewat nelayan karena diduga ada getaran yang sampai hingga ke pemukiman warga.

Posted by userlogin