Inggris Perpanjang Lockdown Hingga Pertengahan Februari

Berita terkini- Semenjak ditemukannya virus corona bermutasi di Inggris yang diberikan nama B 1.1.7, Perdana Menteri Boris langsung menutup jalur penerbangan keluar masuk Inggris.

Setelah sempat dilakukan lockdown, baru-baru ini Perdana Menteri Boris baru mengumumkan untuk memperpanjang lockdown hingga pertengahan bulan Februari.

Inggris Berlakukan Lockdown

Inggris memberlakukan lockdown lagi sampai pertengahan Februari guna menangani wabah virus corona.

Dengan diberlakukannya kebijakan lockdown terbaru ini, hampir 56 juta warga Inggris kembali harus berdiam diri di rumah.

Lantasan, kebijakan ini juga mencakup penutupan SD dan SMP. Sebelumnya Skotlandia juga telah mengumumkan langkah serupa untuk menghentikan penyebaran B 1.1.7.

Penyebaran yang begitu signifikan di Inggris membuat pemerintahnya langsung bertindak cepat guna menurunkan angka kematian yang tinggi akibat covid-19.

Perdana Menteri Boris Johnson pada Senin mengatakan, hampir 27.000 pasien Covid-19 dirawat di rumah sakit, atau 40 persen lebih banyak daripada puncak gelombang pertama pada April 2020.

Kemudian pada hari selasa pekan lalu (29/12/2021) lebih dari 80.000 orang dinyatakan positif.

Aturan lockdown terbaru ini serupa dengan lockdown tiga bulan pertama yaitu penutupan sekolah, bekerja dari rumah, dan batasan meninggalkan rumah.

Meskipun demikian, ada pengecualian bagi mereka yang berolahraga dan membeli kebutuhan pokok seperti persediaan makanan.

Perbedaan lockdown kali ini dengan yang sebelumnya adalah perjalanan internasional, event olahraga, dan tempat ibadah.

Untuk perjalanan internasional hanya diperbolehkan bagi mereka yang memiliki pekerjaan yang berkaitan dan berizin khusus.

Dengan adanya kasus corona bermutasi tersebut, beberapa negara menutup akses penerbangan dari Inggris ke negaranya seperti Iran dan Indonesia.

Kepala petugas medis Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara juga mengatakan, bahwa tingkat darurat virus corona naik ke level lima atau yang tertinggi.

Hal tersebut berarti bahwa layanan kesehatan Nasional yang dikelola negara berisiko kewalahan dalam 21 hari, jika tidak ada tindakan yang diambil.

Posted by userlogin