Pemerintah Indonesia Waspadai Peningkatan Pasien Positif Covid-19

Kabar terkini- Virus Corona yang mulai muncul pada akhir tahun 2019 lalu telah berdampak pada berbagai sektor di seluruh dunia. Mulai dari aktivitas perekonomian, sosisl, politik dan bahkan pendidikan.

Setelah berbagai negara berusaha menyumbangkan berbagai ide dan solusi melalui badan WHO, akhirnya beberapa vaksin dikembangkan guna menangkal penyebaran virus corona pada seseorang yang telah diberikan vaksin.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan angka kasus positif covid-19 tertinggi di dunia, sehingga pemerintah pun bekerjakeras untuk mendatangkan vaksin baik dari Cina maupun dai negara lain. Selain melakukan vaksinasi, Indonesia juag tengah beberapa kali menerapkan PSBB dan juga lockdown.

Covid-19 Melonjak di Indonesia

Pada pertengahan tahun 2021 ini, Indonesia seharusnya diharapkan akan dapat melakukan aktivitas sekolah tatap muka kembali. Namun, harapan para orang tua dan anak-anak tersebut tampaknya harus diurungkan, lantaran terjadinya peningkatan ankga kasus positif covid-19 di Indonesia.

Untuk itu, Pemerintah menghimbauk agar masyarakat Indonesia kembali untuk memperketat penerapan protokol kesehatan, readyviewed menyusul lonjakan kasus positif Covid-19 yang terjadi di berbagai daerah.

Koordinator PMO Komunikasi Publik Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Arya Sinulingga juga menegaskan bahwa protokol kesehatan menjadi satu-satunya cara menekan penyebaran dan menghindari potensi penularan Covid-19.

Adapun protokol kesehatan yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan menjaga jarak. Arya juga mengingatkan agar masyarakat menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi yang tidak bersifat genting.

Kasus di Kudus, Jawa Tengah

Kabar buruk datang dari kabupaten Kudus, Jawa tengah yang memiliki peningkatan kasus positif covid-19 sebanyak tiga puluh kali lipat dalam satu minggu. Sementara, DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kenaikan paling signifikan, mencapai 300 persen dalam 10 hari.

Selain itu, di Daerah Istimewa Yogyakarta, kasus Covid-19 juga naik hingga 107 persen dengan penambahan 445 kasus dalam 1 hari. Data menunjukkan, ada 12 kabupaten/kota yang berpindah dari zona oranye ke merah pekan ini, yaitu Kota Banda Aceh (Aceh), Kota Medan (Sumatera Utara), Lima Puluh Kota dan Dharmasraya (Sumatera Barat), Siak dan Kuantan Singingi (Riau), Tebo (Jambi), Ciamis dan Bandung Barat (Jawa Barat), Tegal (Jawa Tengah) dan Kota Bima (NTB).

Dengan terjadinya lonjakan kasus positif corona tersebut, pemerintah beserta pihak kepolisian tengah memperketat jam malam serta wilayah-wilayah yang dijadikan sebagai tempat kerumunan.