Partai Demokrat Memanas: Moeldoko Ditentapkan “Sepihak” Sebagai Ketum Oleh KLB

Berita terkini- Setelah sebelumnya AHY sempat menghebohkan media lewat konferensi luar biasa yang diadakannya di Jakarta untuk meminta klarifikasi dari Presiden mengenai dugaan kudeta dirinya.

Meski beritanya sampai pada Presiden Jokowi, namun Presiden yang sedang menjabat dua periode tersebut tidak memberikan komentar hingga saat ini.

Justru komentar malah datang dari Kepala Staff Kepresidenan, Moeldoko yang mengunggah video singkat yang berisi tanggapan dirinya tentang tudingan kudeta AHY.

KLB Tetapkan Moeldoko Ketum Demokrat

Pensiunan jenderal TNI Moeldoko kemarin sore ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Demokrat yang baru untuk menggantikan petahana AHY secara sepihak lewat KLB di Deli Serdang.

Dalam pertemuan tertutup yang dinamakan KLB tersebut menimbang dan menetapkan Kepala Staff Kepresidenan tersebut menjadi ketua umum partai demokrat secara aklamasi.

Kejadian ini tentu bertentangan dengan pernyataan Moeldoko yang tidak tahu menahu pada saat ditanyai sebelumnya. Sebaliknya, Moeldoko justru hadir pada KLB tersebut.

Setelah video pengesahan Moeldoko tersebut, AHY langsung bertindak untuk melawan dan membuktikan bahwa tindakan Moeldoko tersbut tidak sah atau ilegal.

AHY menambahkan bahwa KLB tersebut abal-abal, KLB bodong, KLB inkonstitusional dan yang paling penting tidak memiliki izin dari Kepolisian.

Menurut AHY jumlah suara pada KLB tersebut hanya mewakili 7 % dari jumlah keseluruhan Partai Demokrat di Indonesia. SBY yang menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Demokrat mengungkapkan kesedihannya atas kejadian buruk tersebut.

SBY juga mengomentasi bahwa anaknya, AHY telah menyurati Presiden Jokowi untuk mencegah Moeldoko melanjutkan aksi kudetanya, namun belum menerima balasan hingga saat ini.

Mantan presiden dua periode tersebut mengkonfirmasi bahwa AHY sudah melayangkan surat sebanyak dua kali, karena tidak direspon, maka SBY yakin adanya peran orang dalam lingkaran penguasa.

Kepada Moeldoko, SBY mempertanyakan dirinya yang tega dan berdarah dingin mengkudeta partai demokrat secara diam-diam.

Direktur Eksekutif Voxpol Research Center and Consulting, Syarwi Pangi Chaniago menyebut ada pihak eksternal bermain mencari kendaraan politik untuk persiapan pemilihan umum tahun 2024.

Sejauh ini baru partai Nasdem yang memberikan komentar tentang aksi kudeta tersebut. Ketua Umum, Surya Paloh mengungkapkan keprihatinannya terhadap kejadian tersebut.