Kabar Terkini – Pihak Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengambil langkah tegas terkait kematian tiga mahasiswa setelah mengiktui Diklat Dasar Mahasiswa Pencinta Alam (Diksar Mapala UII) yang berjudul “The Great Camping (GC) 2017”. UII mengeluarkan pernyataan membekukan sementara semua kegiatan Mapala dan kegiatan yang bersifat di luar lapangan lainnya. Rektor UII Harsoyo membenarkan pembekuan diambil untuk mencegah hal serupa terulang. Pembekuan sementara itu berlaku sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Dengan begitu, semu akegiatan mahasiswa cuma difokuskan di kampus saja.
Harsoyo juga mengungkapkan UII akan mengevaluasi kegiatan kemahasiswaan yang ada di UII secara menyeluruh. Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bentuk perbaikan kegiatan mahasiswa ke depannya yang mendorong pada prinsip anti kekerasan. Menurut saya, dari puluhan kali kegiatan Mapala yang diadakan, hanya kali ini yang menewaskan mahasiswa. Mapala UII telah berdiri sejak tahun 1974. GC sudah diadakan sebanyak 37 kali. 36 penyelenggaraan tidak pernah terjadi masalah.

“Terdapat dua materi yang diberikan panitia ketika kegiatan diksar berjalan. Materi kelas dan materi lapangan diberikan kepada 37 peserta yang isinya mengenai mountainering, survival, dan sosio pedesaaan. Materinya sama dengan yang dilakukan oleh mapala lainnya. Tentunya kami izinkan, selama ini tidak terjadi masalah,” tutur Harsoyo.
Sebelumnya, 3 mahasiswa UII meninggal setelah mengikuti acara pendidikan dasar atau The Great Camping (GC) di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah, yang diadakan pada 13 sampai 20 Januari 2017. Ketiga mahasiswa yang meninggal yaitu Muhammad Fadhli (20), Syait Asyam (20) dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Sementara itu, sebanyak sembilan saksi dimintai keterangan terkait meninggalnya tiga mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Saksi-saksi ini diperiksa oleh tim khusus yang dibentuk Polres Karanganyar untuk menyelidiki penyebab kematian dalam acara diksar tersebut.
