Home / Kabar Terkini / Mengetahui Informasi Penjualan Tembakau Gorila, Laporkan ke Pihak BNN
Mengetahui Informasi Penjualan Tembakau Gorila, Laporkan ke Pihak BNN

Mengetahui Informasi Penjualan Tembakau Gorila, Laporkan ke Pihak BNN

Kabar Terkini – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengatakan tembakau gorila saat ini merupakan jenis narkoba terbaru. Oleh sebab itu, lembaga antinarkoba tersebut menghimbau kepada masyarakat atau netizen, supaya melaporkan ke pihak BNN. Apabila menemukan penjualan gorila secara online tolong dilaporkan.

“Apabila menemukan alamat website atau situs penjualan tembakau gorila, atau sejenisnya, ataupun narkotika ilegal yang lainnya, dimohon dapat menghubungi alamat web ini melalui SMS Center atau WhatsApp (WA) BNN, dengan nomor HP 0812-2167-5675,” kata Kepala Humas BNN, Komisaris Besar Slamet Pribadi, dalam keterangan tertulisnya pada hari Jumat (6/01/2017).

Akhir-akhir ini beredar video mantan pilot maskapai Citilink yang disangka tengah mabuk di media sosial. Pilot dengan inisial TP tersebut diduga memakai narkoba sebelum melakukan penerbangan Surabaya-Jakarta. Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah mulai menguji TP di laboratorium untuk mengetes penggunaan narkoba. Sebab TP yang diduga mengonsumsi tembakau gorila.

Vice President Corporate Communications Citilink Benny S Butarbutar ketika dikonfirmasi sebelumnya menyatakan, manajemen Citilink telah mengambil langkah yang tepat dengan memecat pilot bersangkutan tersebut. Bahkan CEO Citilink juga menyatakan untuk mengundurkan diri.

Sementara, Slamet Pribadi sebelumnya menyatakan, tembakau gorila merupakan tembakau biasa atau rokok biasa distimulan dengan campuran ganja sintetis. Tembakau gorila tersebut distimulan dengan ganja sintetis, termasuk bagian dari NPS (new psychoactive substances). Dilihat dari sisi kimia, zat tersebut masuk ke dalam golongan narkotik.

Karena termasuk dalam narkotika jenis baru, Slamet menjelaskan hadirnya tembakau gorila sedang masuk masa finishing ke Undang-Undang narkotika, berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Proses ini termasuk ke dalam Undang-Undang Narkotika, berdasarkan peraturan Kemenkes No 13 Tahun 2014. Slamet mengatakan adanya 46 narkotika jenis baru yang akan digodok BNN bersama Kemenkes.

Scroll To Top
Poker Texas Boya Bola369