Kritikan Warganet Terhadap Kehadiran Presiden Jokowi di Acara Pernikahan Aurel & Atta

Kabar terkini- Youtuber sekaligus influencer muda tersohor Atta Halilintar baru saja resmi menikahi putri menyanyi Anang Hemansyah , Aurel Hermansyah di Jakarta.

Sejak awal rencana pernikahan tersebut, Atta mulai diliput berbagai media karena rencananya yang akan mengeluarkan miliaran rupiah dalam melakukan proses pernikahannya tersebut hingga selesai.

Selain biaya yang sangat besar hingga menyewa stadion gelora bung karno, hal lain yang disoroti dari resepsi pernikahan selebriti muda tersebut adalah tamu undangan yang menghadirinya.

Pada masa pandemi seperti saat ini, memang menjadi hambatan bagi banyak orang ynag hendak melanksankan tata cara pernikahan yang bisa menimvulkan kerumunan, namun pada saat pernikahan Atta bahkan Jokowi pun ikut serta memenuhi undangan tersebut.

Kehadiran pemimpin negara tersebutlah yang banyak dikritik oleh warganet yang berpendapat adanya ketidakadilan disaat banyak orang biasa yang bahkan tidak dapat melaksanakan acara demi menghindari kerumunan.

Kehadiran Jokowi di Resepsi Atta & Aurel

Resepsi pernikahan yang dilaksanakan dengan megah dan mewah tersebut tampak dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari keluarga, kerabat artis hingga pemimpin negara, Jokowi serta Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Salah stau kritikan yang viral datang dari artis penyanyi serta penulis Fiersa Besari yang mengatakan keresahan hatinya dalam akun twiternya, mengatakan bahwa ‘banyak paradoks dalam negeri ini mudik dilarang, tapi destinasi wisata dibuka serempak. Jalan raya ditutup, tapi macet di mana-mana dan izin resepsi pernikahan masyarakat dipersulit, tapi pernikahan seleb dihadiri langsung oleh pemimpin negara.

Twitan tersebut sontak viral lantaran dikomen mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti yang membalas dengan emoji sedih dan pelukan. Media pun semakin diramaikan setelah akun resmi Sekertarian Negara ikutan mengunggah Presiden Jokowi pada saat menghadiri pernikahan seleb tersebut.

Kritikan lain juga datang dari aktivis penanganan Covid-19 yaitu dr. Tirta yang mengatakan bahwa sehrusnya Kemensetneg tidak perlu mengunggah resepsi pernikahan tersebut karena bukan agenda resmi negara.

Selain memberikan kritikan pada apa yang diunggah oleh Kemensetneg, dr Tirta bahkan memberikan pujian pada penerapan CHSE selama proses pernikahan berlangsung. Penerapan protokol kesehatan tersebut berbasis Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Posted by userlogin