Kabar Duka, Kepala BIN Papua Wafat, Apa Penyebabnya?

Kabar terkini- Papua masih menjadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Selain kehadiran militer dan polisi yang kerap kali ditentang oleh masyarakat Papua, isu-isu pelanggaran Hak Asasi Manusia pun menjadi isu utama.

Media nasional dan internasional pun cukup berperan penting dalam menggambarkan situasi dan perkembangan isu di Papua. Namun, pemerintah Indonesia khususnya saat kepemimpinan Jokowi melakukan hal yang belum pernah dilakukan oleh presiden pendahulunya seperti mengunjungi berbagai wilayah di Papua.

Isu terbaru adalah meninggalnya Kepala Badan Intelejen Negara untuk Papua, Abdul Haris. Kabarnya beliau wafat akibat serangan jantung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Abdul Haris wafat saat berada di Rumah Makan Horex, Sentani Jayapura.

Kepala BIN Papua Meninggal

Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Mayjen TNI Abdul Haris Napoleon meninggal dunia pada Senin sore sekitar pukul 17.50 WIT, Senin (14/2/2022). Sebelum memegang jabatan sebagai Kabinda Papua, Abdul Haris bertugas sebagai Pasintel Korem 172/PWY.

Abdul Haris juga pernah menjabat Dandim 1701/Jayapura, Aster Kodam XVII/Cenderawasih dan sejumlah jabatan lainnya. Memang benar ada laporan meninggalnya Kabinda Papua di salah satu RS di Jayapura, namun apa penyebabnya belum diketahui.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri, Senin (14/2), di Jayapura.Sementara itu, dari informasi yang diterima Kompas.com, Mayjen Abdul Haris Napoleon meninggal dunia di RSUD Dian Harapan pada pukul 18.14 Wit. Seperti diketahui, jabatan startegis sebagai Kabinda Papua telah dijalani sebanyak dua kali oleh almarhum.

Pada tahun 2020, almarhum diganti oleh Brigjen Gusti Putu Danny Nugraha. Namun, pada 26 April 2021 terjadi insiden penembakan KKB yang membuat Brigjen Gusti Putu Danny Nugraha gugur. Lokasi penyerangan itu berada di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Setelah itu, Mayjen Abdul Haris Napoleon kembali dipercaya menjadi Kabinda Papua.Seperti diketahui, jabatan startegis sebagai Kabinda Papua telah dijalani sebanyak dua kali oleh almarhum. Pada tahun 2020, almarhum diganti oleh Brigjen Gusti Putu Danny Nugraha.

Namun, pada 26 April 2021 terjadi insiden penembakan KKB yang membuat Brigjen Gusti Putu Danny Nugraha gugur. Lokasi penyerangan itu berada di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak. Setelah itu, Mayjen Abdul Haris Napoleon kembali dipercaya menjadi Kabinda Papua.